Suara.com - Polrestabes Makassar sudah memeriksa Anggota DPRD Makassar Andi Hadi Ibrahim Baso yang berstatus sebagai tersangka pada kasus pengambilan jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) di RSUD Daya Makassar.
Hanya saja, sampai saat ini legislator dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut belum juga ditahan. Andi Hadi Ibrahim Baso hanya dikenakan wajib lapor.
"Kalau masalah penahanan di kasus RSUD Daya itu tidak ada yang dilakukan penahanan tapi prosesnya tetap jalan. Iya sementara ini wajib lapor. Intinya tinggal menunggu penelitian JPUnya," kata Kasat Reskrim Polrestabes Makassar Kompol Agus Khaerul di Mapolrestabes Makassar, Jalan Ahmad Yani, Rabu (5/8/2020).
Dalam penaganan kasus ini, penyidik sudah memeriksa sejumlah saksi. Salah satunya adalah eks Direktur RSUD Daya, Ardin Sani.
Namun hasil dari pemeriksaan tersebut, kata Agus, Ardin dinyatakan tidak bersalah dalam kasus pengambilan jenazah berstatus PDP di RSUD Daya, Makassar.
"Kalau Dirut (RSUD) Daya kita ambil keterangannya sebagai saksi saja. Dalam penyelidikan tindak pidananya itu tidak ada," jelas Agus.
Diberitakan sebelumnya, alasan belum dilakukan penahanan karena penyidik masih akan melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi lain untuk dicocokkan dengan keterangan Andi Hadi Ibrahim Baso.
Selain itu, pertimbangan lain belum dilakukan penahanan juga karena Andi Hadi Ibrahim Baso dinilai bersikap kooperatif.
"Selama proses penyelidikan sampai penyidikan yang bersangkutan sangat koperatif atau tidak mempersulit proses penyidikan, ujar Agus.
Baca Juga: Anggota DPRD Makassar yang Bawa Jenazah PDP Corona Tak Ditahan Polisi
Ada dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengambilan jenazah PDP di RSUD Makassar. Mereka ditetapkan sebagai tersangka setelah melalui proses gelar perkara.
Kedua tersangka masing-masing diketahui adalah anggota DPRD Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso dan Nurahmat selaku penyedia mobil ambulans.
Kontributor : Muhammad Aidil
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam