Suara.com - Ratusan dokter peserta pelatihan di Korea Selatan melakukan mogok pada hari Jumat (7/8/2020) sebagai bentuk protes terhadap rencana pemerintah untuk meningkatkan jumlah mahasiswa kedokteran.
Menyadur Channel News Asia, Pemerintah Korea Selatan mengatakan tujuannya untuk meningkatkan jumlah mahasiswa kedokteran sebanyak 4.000 selama 10 tahun ke depan diperlukan agar lebih siap menghadapi krisis kesehatan masyarakat seperti pandemi Covid-19.
Para dokter tersebu mengatakan bahwa akan lebih baik jika dana digunakan untuk meningkatkan gaji para peserta pelatihan yang ada, yang akan mendorong mereka untuk pindah dari Seoul ke daerah pedesaan di mana lebih banyak tenaga profesional dibutuhkan.
Perdana Menteri Chung Sye-kyun telah mendesak dokter magang dan dokter residen untuk membatalkan aksi mogok selama 24 jam, yang terjadi ketika Korea Selatan memerangi kelompok infeksi COVID-19 yang lebih kecil tetapi terus-menerus.
"Sangat mengkhawatirkan bahwa kesenjangan medis akan terjadi di UGD dan ICU yang memiliki hubungan langsung dengan kehidupan warga," kata Chung dalam sambutannya dikutip dari Channel News Asia.
Chung meminta para dokter yang mogok untuk berbicara dengan pemerintah, meskipun dia tidak menawarkan konsesi apa pun.
Severance Hospital, salah satu dari lima rumah sakit besar di Seoul, mengatakan kepada Reuters mayoritas dari 90 magang dan 370 penduduknya ambil bagian dalam aksi mogok kerja tersebut.
Ia menambahkan bahwa dokter lain akan mengisi kekosongan untuk mencegah gangguan.
Pemerintah mengumumkan pada bulan Juli bahwa mereka berencana untuk meningkatkan kuota sekolah kedokteran biasa dari 3.058 penerimaan setiap tahun sekitar 400, atau 13 persen, selama dekade berikutnya. Kuota tersebut telah ditetapkan sejak tahun 2006.
Baca Juga: Banjir Korea Selatan: 5 Orang Tewas dan 360 Orang Kehilangan Rumah
Insentif akan ditawarkan bagi siswa yang mengambil jurusan spesialisasi yang kurang favorit seperti epidemiologi dan mereka yang menjadi sukarelawan untuk tenaga kesehatan masyarakat di daerah pedesaan.
Korea Selatan memiliki kurang dari 300 spesialis penyakit menular, mewakili kurang dari 1 persen dari 100.000 dokternya.
Menteri Kesehatan Park Neung-hoo mengatakan bahwa di Seoul rata-rata memiliki tiga dokter untuk setiap 1.000 orang, sedangkan rasio di provinsi Gyeongsang Utara turun menjadi 1,4.
"Alasan utama untuk mempromosikan kebijakan ini adalah untuk mengamankan dokter di mana mereka dibutuhkan," kata Park.
"Tujuan kami adalah meningkatkan jumlah dokter di provinsi pedesaan, sehingga mereka yang tinggal di pedesaan pun bisa mendapatkan perawatan yang tepat." sambungnya.
Pemerintah berencana untuk mengirim tiga perempat dari peserta pelatihan tambahan ke daerah pedesaan, dengan imbalan keringanan biaya sekolah dan beasiswa.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Sempat Dikira Kain Popok, Begini Cerita Fatmawati Saat Pertama Kali Terima Bahan Bendera Pusaka
-
Mensos Gus Ipul: Digitalisasi Bansos Signifikan Tekan Kesalahan Data
-
Kemensos Rehabilitasi 7 PMI Korban TPPO di Turki
-
WN China Tersangka Kasus Tambang Emas Kabur, Ditangkap Imigrasi di Entikong
-
Soroti Kematian Bocah SD di NTT, Hasto PDIP: Bangunlah Jiwanya, Tapi Anak Tak Bisa Beli Pena
-
Gus Ipul Ajak Para Kades Tindaklanjuti Arahan Presiden Kawal Data Kemiskinan
-
Wajah Ridwan Kamil Dicopot dari Underpass Depok, Ikon 'Jabar Juara' Akan Diganti Tokoh Lokal?
-
Kapolda Aceh ke Anggota: Jadilah Lilin, Walau Hancur Tetap Menerangi Sekitar
-
Dapat Restu Prabowo, Gedung Bekas Kedubes Inggris di Bundaran HI Disiapkan Jadi Pusat Lembaga Umat
-
Boni Hargens: Ide Polri di Bawah Kementerian Melemahkan Presiden