Suara.com - Korban tewas akibat ledakan di pelabuhan Beirut, Lebanon pada 4 Agustus lalu meningkat menjadi 171 orang dan 8.000 bangunan hancur.
Menyadur Anadolu Agency, Rabu (12/8/2020), Menteri Kesehatan Lebanon Hassan Hamad mengatakan setelah pertemuannya dengan pejabat darurat WHO Rick Brennan, bahwa jumlah orang yang hilang berkisar antara 30 dan 40.
"Sekitar 1.500 orang membutuhkan perawatan, 120 dari mereka masih dalam perawatan intensif," ungkap Hassan Hamad.
"Kementerian Kesehatan telah menerima daftar sumbangan kesehatan dari Tentara Lebanon yang diterima dari berbagai negara," tambahnya.
Hassan Hamad juga mengungkapkan bantuan dari berbagai pihak tersebut akan segera disalurkan ke fasilitas medis di seluruh negeri.
Ledakan kuat mengguncang Beirut Selasa lalu setelah timbunan 2,750 ton amonium nitrat yang terabaikan yang disimpan di gudang terbakar.
Ledakan dahsyat tersebut meratakan bangunan di dekatnya, dan menyebabkan kerusakan material yang luas di ibu kota, menyebabkan ratusan ribu orang kehilangan tempat tinggal.
Menurut Komisi Bantuan Tinggi di Lebanon (HRC), setidaknya 8.000 bangunan, termasuk 50 bangunan kuno, rusak akibat ledakan besar tersebut.
Sekretaris Jenderal HRC Mohammed Khair mengatakan penghitungan semua kerusakan akibat ledakan akan diselesaikan pada hari Rabu. Menurutnya, skala kerusakan di setiap wilayah berbeda-beda.
Baca Juga: Lebanon Telah Diperingatkan Potensi Ledakan di Beirut Sejak Juli
HRC berafiliasi dengan Kabinet dan fungsinya mencakup distribusi bantuan dan manajemen bencana.
Ledakan yang mengguncang Beirut hingga ke intinya juga terjadi pada saat Lebanon sedang menghadapi krisis keuangan yang parah dan pandemi virus Covid-19.
Masyarakat menuntut pemerintah untuk bertanggung jawab atas ledakan tersebut hingga memicu aksi demonstransi yang diwarnai kerusuhan.
Untuk memenuhi tuntutan masyarakat, Perdana Menteri Hassan Diab dan pemerintahannya menyatakan mengundurkan diri.
"Hari ini kami mendengarkan tuntutan rakyat untuk meminta pertanggungjawaban atas bencana yang telah tersimpan selama 7 tahun," katanya dalam pidato yang disiarkan televisi lokal.
Dalam pidatonya yang berapi-api, Diab mencaci-maki elit politik yang berkuasa di Lebanon karena mendorong apa yang disebutnya aparat korupsi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
Pilihan
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Kabar Duka, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD Pagi Ini
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
Terkini
-
Kapolres Sukabumi di DPR: Ibu Tiri Sempat Tak Mengaku Aniaya Nizam Syafei
-
Iran Tegaskan Tak Akan Bernegosiasi dengan AS
-
Polri Petakan Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 dalam 2 Gelombang, Ini Detailnya
-
Kesaksian Didik Suhardi: Dicopot Nadiem Makarim dari Sekjen Tanpa Catatan Kesalahan
-
Trump Targetkan Perang Iran Selesai dalam 4 Minggu, Gunakan Model Venezuela Gulingkan Rezim
-
MUI Desak RI Keluar dari Board of Peace, Ahmad Muzani Bocorkan Sikap Prabowo
-
Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
-
Anthropic Tolak Proyek AI Militer AS hingga Bikin Trump Murka, OpenAI Langsung Ambil Alih
-
Fakta Janggal Kematian Nizam Syafei di Sukabumi, Ayah Bahas Pemakaman Saat Anak Masih Kritis
-
Daftar Pejabat Tinggi Iran yang Tewas dalam Serangan AS-Israel, Termasuk Ali Khamenei