Suara.com - Pemerintah Kota (Pemko) Medan akan menyalakan seluruh traffic light dengan warna merah saat peringatan detik-detik Proklamasi pada, Senin, 17 Agustus 2020.
Hal tersebut dilakukan sebagai pengingat bagi masyarakat Kota Medan agar berhenti sejenak dari seluruh kegiatan saat momen Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
"Selain menyalakan lampu merah, kita juga akan menempatkan personel di setiap persimpangan agar menghentikan laju kendaraan warga, sebagai bentuk penghormatan saat detik-detik proklamasi," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Iswar Lubis, Kamis (13/8/2020).
Iswar mengatakan, selain menyalakan lampu berwarna merah di seluruh traffic light, pihaknya juga akan menyalakan sirine oleh Area Traffic Control System (ATCS) yang akan dibunyikan pada pukul 10.17 WIB.
"Menyalakan sirine serentak adalah tindak lanjut dari anjuran pemerintah yang disampaikan oleh Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono beberapa waktu lalu," ujarnya.
Oleh sebab itu, ia mengimbau warga Kota Medan agar dapat mematuhi dan menjalankan penyalaan sirine dan traffic light saat detik-detik proklamasi berjalan khidmat.
Masyarakat diminta terlibat langsung dalam peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 75 yakni dengan menghentikan sejenak seluruh kegiatan yang sedang dilakukan.
"Kami harap kerjasama dari semua masyarakat untuk terlibat langsung. Kemudian mengambil sikap sempurna sebagai bentuk penghormatan saat detik-detik proklamasi nantinya," tutupnya.
Kontributor : Muhlis
Baca Juga: Perupa Eggy Yunaedi Speed Painting Terbalik Soekarno-Hatta di HUT 75 RI
Berita Terkait
-
Kasus TPPO Jual Bayi Terungkap di Medan, Kemen PPPA Sebut Modus Sudah Dilakukan Sebelum Anak Lahir
-
6 Fakta Wali Kota Medan Kembalikan 30 Ton Beras Bantuan UEA, Nomor 6 Jadi Alasan Utama
-
Kontroversial! Mahasiswa Diskorsing Usai Rencanakan Diskusi 'Soeharto Bukan Pahlawan' di Kampus
-
Kemeriahan Karnaval SD Muhammadiyah Belik: Tampilkan Kreativitas, Pakaian Adat, dan Profesi
-
Totalitas Tanpa Batas, Peserta Lomba Azan Pingsan usai Tarik Suara di Nada Tinggi
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
KPK Perluas Pemeriksaan Kasus Pemerasan di Pati, Mantan Pejabat hingga Kades Dipanggil
-
Pelajar 16 Tahun Pukul Kakak Kandung hingga Tewas di Kelapa Gading, Polisi Dalami Motif Pelaku
-
Selain Kades, KPK Seret Eks Wabup dan Eks Ketua DPRD Pati Jadi Saksi Kasus Pemerasan Sudewo
-
Usulan KSPI THR H-21 Ditolak! Ini Kata Menaker Soal Batas Waktu Pembayaran THR Idulfitri 2026
-
DPR Desak Pemerintah Sanksi Perusahaan Pelanggar THR: Jangan Jadi Pola Menahun
-
BEM SI Kritik Keras Polri, Soroti Dugaan Pembunuhan Arianto Tawwakal di Tual
-
Wajib Tutup Selama Ramadan? Ini Daftar Tempat Hiburan Malam di Jaksel yang Disegel Pemprov DKI
-
Said Didu Bongkar Sisi Lain Hambalang: Beda Kelas Pengusaha Industri vs Pengeruk Kekayaan Alam
-
Tak Hanya Dipecat, Bripda Masias Kini Hadapi Proses Pidana, Berkas Sudah Dilimpahkan ke Jaksa!
-
Menaker: THR 2026 Masih Mengacu pada Regulasi Lama, Batas Pembayaran H-7 Lebaran