Suara.com - Perempuan berinisial RK (35) nekat menusuk suami sirinya bernama Hendra Supenda (34) hingga tewas. Peristiwa itu terjadi di sebuah rumah kontrakan di Jalan Bangka VIIIC, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Peristiwa berdarah tersebut bermula dari cekcok antara pasutri tersebut lantaran sang suami meminta uang Rp 30 ribu dengan cara memaksa dan mengancam menggunakan sebilah pisau.
Salah satu tetangga pasangan suami istri itu, bernama Bunga mengatakan, para tetangga tak pernah mengetahui kalau Hendra dan RK kerap bertengkar.
Sebabnya, selama ini pasutri yang menikah secara siri itu diketahui terlihat harmonis dan romantis di hadapan tetangganya.
"Kalau tetangga lihat sih mereka ini romantis sebenarnya. Orang kalau mereka jalan keluar rumah bergandengan tangan gitu," kata Bunga ditemui Suara.com di Jalan Bangka VIIIC, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Selasa (18/8/2020).
Kendati begitu, Bunga tak mengetahui lebih dalam jika Hendra dan RK sering terlibat pertengkaran di dalam rumahnya.
"Kalau itu (pertengkaran) mungkin namanya rumah tangga kita nggak tahu. Cuma kita nggak pernah mendengar kalau mereka berantem," ungkap Bunga.
Begitu pun kala Hendra mendapatkan luka tusukan dari sang istri tepat di bagian dada. Tetangga tak mendengar adanya keributan dan teriakan minta tolong dari keduanya.
"Saya memang nggak ngelihat atau mendengar sebelumnya bahwa mereka Hendra dan RK ini ribut. Yang saya tahu cuma udah ramai di depan rumahnya pihak keluarga dari RK menjemput RK mungkin maksudnya buat melerai," kata Bunga.
Baca Juga: Terungkap! Begini Detik-detik Istri Tusuk Suami hingga Tewas di Mampang
Sebelumnya, perempuan berusia 35 tahun berinisial RK di Jakarta Selatan, DKI Jakarta, menghabisi nyawa suami sirinya bernama Hendra Supenda.
Kejadian tersebut diawali cekcok, lantaran sang suami meminta uang Rp 30 ribu kepada RK.
"Awalnya suami minta uang kepada istrinya sejumlah Rp 30 ribu, istrinya marah, cekcok, suami memukul," kata Kapolsek Komisaris Sujarwo di Mapolsek Mampang, Jakarta Selatan, Senin (17/8/2020).
Sujarwo menjelaskan, peristiwa bermula sekitar pukul 09.30 WIB di kediaman mereka berdua di Jalan Bangka 8C, Kelurahan Pela Mampang, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Minggu (16/8/2020).
Kala itu Hendra meminta uang senilai Rp 30 ribu untuk membeli rokok kepada istrinya RK.
Saat meminta uang kepada RK, Hendra meminta sambil memukul dan mengancam memakai sebilah pisau.
Berita Terkait
-
Terungkap! Begini Detik-detik Istri Tusuk Suami hingga Tewas di Mampang
-
Bunuh Suami usai Minta Rokok, Istri Suka Marah usai di-PHK karena Corona
-
Senjata Makan Tuan, Hendra Terbunuh Pisau Sendiri usai Minta Uang ke Istri
-
Bunuh 21 Siswa dan 2 Guru, Remaja 19 Tahun Dijebloskan ke Penjara
-
Suami Mutilasi Istri karena Digugat Cerai, Simpan Potongan Tubuh di Kulkas
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Mengurai Krisis Dokter Spesialis di Indonesia: Di Mana Letak Masalahnya?
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa
-
Anies Baswedan Soroti Dinasti Politik: Pemerintah Harusnya Bekerja untuk Rakyat, Bukan Keluarga!
-
Anies Baswedan Beri Restu: Ormas Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai, Apa Langkah Selanjutnya?
-
Terbongkar! Hutan Kota Cawang Jadi Sarang Aktivitas Asusila, Pemkot Gerebek dan Segel Lokasi
-
Tolak Ambang Batas Parlemen, Partai Gerakan Rakyat Usul PT 0 Persen: Jangan Ada Suara Mubazir!
-
Luput dari Pengawasan, Praktik Tak Manusiawi di Panti Disabilitas Mental Dilaporkan ke Mensos
-
Siap Berdebat dengan Menteri Pigai Soal HAM, Zainal Arifin Mochtar: Bukan Teoretis tapi Tagih Janji
-
Demo Mahasiswa di Mabes Polri saat Ramadan, Polisi Berpeci dan Bersorban Siap Bagi Takjil
-
Geger Mobil Dinas Rp8,5 M, Golkar "Semprot" Gubernur Kaltim: Ukur Kondisi Rakyat