Namun, ketika Belanda datang, para dua kerajaan tersebut diadu domba sehingga berakhirlah hubungan diplomatik keduanya.
Masa kejayaan Kerajaan Tidung mencapai puncaknya kala dipimpin oleh Raja Bengawan. Wilayahnya meluas hingga melebihi Kabupaten Bulungan saat ini.
Wilayah kekuasaan Kerajaan Tidung meliputi Tanjung Mangkaliat (selatan) hingga Kudat, Malaysia.
Wilayah itu kemudian berkembang hingga ke Beluran, Betayau, Bunyu, Kalabakan, Labuk, Lumbis, Malinau, Mandul, Mentarang, Nunukan, Pulau Sebatik, Salim Batu, Sebuku, Sekatak, Sembakung, Serudung, Sesayap, Semendalen, Soembol dan Tarakan.
4. Punya Bahasa Sendiri
Selain menganut bahasa nasional dari dua negara yakni Indonesia dan Malaysia, masyarakat Suku Tidung juga berkomunikasi menggunakan bahasa dan dialek mereka sendiri.
Sehari-hari mayoritas Suku Tidung berkomunikasi dengan Bahasa Tidung dialek Tarakan. Bahasa ini menjadi alat komunikasi yang paling dipahami oleh warga Suku Tidung.
Kendati merupakan bahasa Suku Tidung, beberapa kata dalam bahasa tersebut masih memiliki kesamaan dengan bahasa daerah Kalimantan lain.
5. Masih kerabat Suku Dayak
Baca Juga: Uang Baru Rp 75.000 Dijual Seharga Jutaan Rupiah di Olshop, Ini Respons BI
Karena letaknya yang berdekatan dan sama-sama mendiami Pulau Kalimantan, Suku Tidung masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Suku Dayak dari rumpun Murut.
Suku Dayak yang masih berkerabat dengan Suku Tidung adalah masyarakat yang ada di Sabah.
Namun, yang Suku Tidung tidak dianggap masuk dalam rumpun Suku Dayak karena mayoritas penduduknya yang beragama islam.
Oleh karena itu, Suku Tidung sering disebut sebagai salah satu rumpun Suku Melayu seperti Suku Kutai, Pasir, dan Banjar.
Itulah fakta-fakta unik Suku Tidung yang tengah gencar dibicarakan!
Berita Terkait
-
Diburu Publik, Ini 7 Kantor BI yang Masih Terima Tukar Uang Rp 75.000
-
Uang Baru Rp 75.000 Dijual Seharga Jutaan Rupiah di Olshop, Ini Respons BI
-
Astaga, Uang Baru Rp 75.000 Dijual di Online Shop, Harganya Jutaan
-
Simbol-simbol yang Dianggap Janggal Publik dalam Uang Baru Rp 75.000
-
Fakta Baju Adat Suku Tidung di Uang Baru Rp 75.000 yang Dituding dari China
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan