"Saya juga berharap para tokoh KAMI tidak goyah dengan tawaran lobi-lobi jabatan karena beberapa tokoh di antaranya pernah bersedia menerima kalau ada tawaran sebagai calon wakil presidennya Jokowi ketika pilpres kemarin. Bahkan ada yang ambisi menjadi presiden. Nah, semoga para tokoh siap untuk membela rakyat dan ulama yang saat ini terzolimi dengan ikhlas," kata Novel.
Selama koalisi tetap menjalankan delapan poin tuntutan yang disampaikan dalam deklarasi, PA 212 tetap di pihak mereka, sekalipun koalisi nanti dijadikan kendaraan politik.
"Sah-sah saja asal delapan poin itu dijalankan dan bersinergi bersama ulama dan siap mengikut komando para ulama yang lurus yang akan melawan kemungkaran dan penjajahan asing dan aseng serta komunis, maka PA 212 siap mengikut komando ulama untuk mendukung dan mengawal KAMI," kata dia.
Tetapi kalau dalam perjalanannya ternyata arah KAMI melenceng dari semangat awal, PA 212 memastikan akan mencabut dukungan.
"Tapi sebaliknya jika KAMI dibawa untuk kepentingan kelompok tertentu demi ambisi jabatan dan menghiraukan komando ulama serta tidak sejalan dengan umat, maka PA 212 tentu tidak mendukung KAMI lagi," Novel menambahkan.
Tetapi kalau dalam perjalanannya ternyata arah KAMI melenceng dari semangat awal, PA 212 memastikan akan mencabut dukungan.
"Tapi sebaliknya jika KAMI dibawa untuk kepentingan kelompok tertentu demi ambisi jabatan dan menghiraukan komando ulama serta tidak sejalan dengan umat, maka PA 212 tentu tidak mendukung KAMI lagi," Novel menambahkan.
Dianggap manuver politik
Politikus dari partai PDI Perjuangan -- pendukung pemerintah -- Wanto Sugito berpendapat deklarasi KAMI yang digagas oleh sejumlah tokoh, termasuk Din Syamsuddin, pada Selasa ini sebagai manuver politik yang mengatasnamakan rakyat.
Baca Juga: Selama KAMI Lawan Penjajahan Asing dan Aseng Serta Komunis, PA 212 Dukung!
"Namanya saja Koalisi Aksi. Jadi di situ yang ada hanya aksi politik. Jangankan menyelamatkan Indonesia, menjaga disiplin deklarasi dengan mematuhi protokol COVID-19 saja tidak bisa. Bandingkan dengan upacara HUT Kemerdekaan RI oleh DPP PDI Perjuangan di Lapangan Banteng, yang sangat tertib dan berdisiplin," kata Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tangerang Selatan dalam keterangan tertulis yang dimuat Antara.
Menurut dia kredibilitas KAMI sudah tergerus dengan sendirinya oleh karakter para pengusungnya yang lebih mengedepankan manuver politik.
Dalam konteks itu, Wanto menyatakan kader PDI Perjuangan seluruh Indonesia percaya rakyat Indonesia sudah semakin cerdas. Rakyat punya intuisi kolektif guna membedakan mana pemimpin yang mumpuni dan bekerja keras bagi negeri.
"Rakyat bisa membedakan yang mana yang niat jadi pemimpin tapi nyatanya hanya mengejar mimpi. Kami meragukan maksud deklarator KAMI, kecuali hanya sebagai representasi mewakili barisan sakit hati," kata Wanto.
Alumnus UIN Syarif Hidayatullah mengatakan rakyat paham bagaimana sosok Rizal Ramli, Amien Rais, Rocky Gerung, dan beberapa tokoh deklarator lainnya. Sangat kuat aroma bahwa alasan menyelamatkan Indonesia hanya sebagai bentuk oposan terhadap Presiden Jokowi.
"Grass roots PDI Perjuangan itu jelas. Taat azas. Bu Mega selalu bela Pak Jokowi, maka kami juga pasang badan untuk Pak Jokowi," katanya.
"Terlebih begitu kental nuansa post power syndrome dari para deklarator yang hadir. Maka gerakan KAMI tersebut sebenarnya bentuk gerakan menyelamatkan mimpi kekuasaan masing-masing. Kami tidak habis pikir atas berbagai manuver politik yang terbukti tidak laku tersebut," Wanto menegaskan.
Berita Terkait
-
Xi Jinping Bersih-Bersih Elite Partai, Anggota Politbiro Alami Nasib Nahas karena Korupsi
-
Drakor Agent Kim Reactivated Ungkap Pakai AI untuk Adegan Misi Korea Utara
-
Kim Jong Un Tiba-tiba Senggol Jepang: Negara yang Kalah Perang di Asia
-
Korea Selatan Putus Semua Kanal Komunikasi dengan Korea Utara
-
Israel Jadi Negara Paling Tidak Disukai di Dunia Menurut Survei Global 2026
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua
-
Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi
-
Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya
-
Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis
-
Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB
-
Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan
-
Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh
-
Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya
-
Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu
-
Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL