Suara.com - Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu, meminta penjelasan kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia Sri Mulyani terkait pernyataan Menkeu yang menyebutkan bahwa infrastruktur Indonesia masih tertinggal.
Melalui akun Twitter pribadinya, Rabu (19/8/2020), M. Said Didu menuliskan komentarnya terhadap pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani.
"Yth Ibu Menkeu, mohon dijelaskan berapa bandara yang tidak terpakai? Berapa pelabuhan yang kosong? Berapa jalan tol yang tidak bisa balik modal?" tulis M. Said Didu.
"Terus yang kurang mana? Yang kurang adalah infrastruktur dasar, tapi yang dibangun infrastruktur komersial," lanjutnya.
Hingga artikel ini dibuat, unggahan M.Said Didu tersebut telah diretweets lebih dari 570 kali dan disukai oleh lebih dari 1.500 pengguna Twitter.
Sejumlah warganet tampak mengomentari unggahan M. Said Didu ini. Beragam komentar muncul, baik yang pro maupun kontra.
Unggahan M. Said Didu pada akun Twitter pribadinya tersebut berangkat dari Sri Mulyani yang mengatakan bahwa infrastruktur Indonesia masih tertinggal.
Dilansir dari Batamnews.co.id -- jaringan Suara.com, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dalam sebuah webinar mengatakan bahwa infrastruktur Indonesia saat ini masih tertinggal.
Lebih lanjut lagi, Sri Mulyani menilai saat ini masih terdapat kesenjangan yang besar antara daerah perkotaan dengan pedesaan terkait dengan ketersediaan infrastruktur.
Baca Juga: Gerakkan Ekonomi Lokal, Penyaluran Bansos Kulon Progo Diapresiasi Mensos
Sri Mulyani menuturkan pembangunan infrastruktur ini akan terus dilanjutkan, dibarengi dengan peningkatan fasilitas kesehatan dan pendidikan.
"Saya ingin melihat anak-anak bangsa punya kesempatan yang sama untuk merasakan dan mendapatkan akses layanan publik," kata Sri Mulyani.
Sri Mulyani Mau Bagi-bagi Ponsel dan Pulsa untuk Siswa Miskin
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku sedang menggodok bantuan sosial (bansos) bagi siswa miskin yang tidak memiliki akses pembelajaran secara daring atau online.
Sri Mulyani mengatakan para siswa miskin ini penting untuk diberi bansos agar tetap bisa melanjutkan proses pembelajaran di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.
"Situasi Covid ini membuat tantangan yang lebih besar lagi, kita tahu akibat pandemi anak-anak tidak bisa sekolah, namun tidak bisa mengakses proses pembelajaran secara digital karena terkendala teknologi," kata Sri Mulyani dalam acara webinar bertajuk Gotong Royong Jaga UMKM untuk Indonesia yang dilakukan secara virtual, Selasa (11/8/2020).
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Ketua Ombudsman RI Terancam Dipecat Tidak Hormat, Majelis Etik Buka Suara soal Kasus Hery Susanto
-
Perkuat Komitmen Stabilitas, Prabowo Ajak ASEAN Utamakan Dialog Hadapi Persoalan Kawasan
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati
-
Peringati Usia ke-80, Persit Kartika Chandra Kirana Mantapkan Pengabdian Dalam Berkarya
-
Indonesia Darurat Kekerasan Anak? MPR Soroti Celah Sistem Perlindungan Anak