Suara.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria meminta agar penggunaan tas belanja berbahan alternatif selain plastik ditingkatkan. Salah satu kantong dengan material yang dianggapnya layak adalah singkong.
Menurut Riza, kantong tersebut memiliki sejumlah kelebihan. Seperti ramah lingkungan, dapat dipakai ulang, anti air, bisa dipakai berulang-ulang, dapat dilipat masuk tas, dan memiliki harga yang sangat terjangkau.
Selain itu, kata Riza, kantong singkong memiliki kualitas tinggi yang jika diproduksi bahkan diimpor sangat menguntungkan. Selain itu bagi masyarakat sendiri, tas singkong dapat menjadi alternatif utama karena plastik dilarang sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 142 tahun 2019.
"Saya kira mengapa tidak ya, kita di DKI sebagai etalase nasional dan internasional bisa ikut mendukung dan mengangkat teknologi sendiri dengan bangga, toh jadi produksi semua dalam negeri, mengurangi impor, dan mensejahterakan rakyat DKI sebagai salah satu solusi sesuai Pergub 142/2019," ujar Riza dalam keterangan tertulis, Kamis (20/8/2020).
Senada dengan Riza, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik menilai kantong singkong selain serbaguna juga tahan air meski berbahan nabati. Bahkan bisa dicuci juga oleh masyarakat, agar aman dari kuman, maupun virus seperti COVID-19.
"Penting sekali pakai kantong singkong yang tahan air dan tidak larut sesuai dengan keinginan Pergub 142/2019 itu sendiri," jelasnya.
Bahan singkong ini juga disebutnya lebih baik dari pada kantong kertas. Apalagi bahan itu disebutnya bisa merusak alam karena menggunakan kayu atau pohon sebagai bahan dasarnya.
"Nah, dengan adanya solusi-solusi lain seperti kantong singkong tidak larut yang bisa ikut menjadi bagian kantong ramah lingkungan, berarti mengurangi tekanan permintaan terhadap kertas dan spunbond ini," pungkasnya.
Baca Juga: Selama 4 Bulan jadi Wagub DKI, Riza Baru Injakan Kaki ke Kepulauan Seribu
Berita Terkait
-
Tepung Singkong untuk Atasi Karhutla, Water Cannon untuk Redam Suara Rakyat
-
Benarkah Tepung Ubi Bisa Padamkan Api? Penelitian Asing Ungkap Fakta Mengejutkan
-
Bukan Water Bombing! Prabowo Dorong 'Ubi Bombing' dari Singkong untuk Atasi Karhutla
-
Dari Singkong Murah Jadi Cuan, Omzet Usaha Binaan Desa Emas Melonjak dan Bantu Ekonomi Warga
-
Tragedi Kresek Hitam: Sengkarut Sampah Plastik Pasca-Iduladha yang Tak Kunjung Usai
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
Pilihan
-
Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata
-
Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Terus Melawan
-
Dua Sepeda Motor yang Dibakar Massa di Pos Polisi Pejompongan Diduga Milik Intel
-
Sepeda Motor Dibakar Dekat Pos Polisi Pejompongan, Bentrok Pecah
-
Tolak MBG dan Kopdes, FMN: Anggaran Hanya Lari ke Prabowo dan Kroni-kroninya!
Terkini
-
Momen Hangat Rudy Susmanto di Balai Kesejahteraan Sosial: Dari Beri Makan Warga hingga Cek Fasilitas
-
Massa Pati Dikecam Ojol usai Tinggalkan Aksi DPR, Botok Buka Suara
-
Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Masih Terus Melawan
-
Cerita Suara Dentuman Kagetkan Warga Pandeglang: Rumah Hancur Meledak, Penghuni Berhamburan
-
AMPB Akhirnya Minta Maaf ke Ojol Usai Dikecam karena Tinggalkan Massa Aksi di Jakarta
-
Perang 400 Anggota Gangster Pecah di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Satu Orang Terluka Bacok
-
Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata
-
Revaldo Kembali Tergiur Narkoba Setelah Bertemu Pemasok di Bogor
-
Demo DPR Ricuh, Polisi Bubarkan Massa dengan Gas Air Mata
-
Palmerah Membara: Pospol Petamburan Dikabarkan Dibakar Massa, Gas Air Mata Pecah Berkali-kali