Suara.com - Eks Ketua DPR RI Marzuki Alie mengkritik penampakan baju adat di uang baru Rp 75.000 yang dinilai menimbulkan praduga tak perlu. Bahkan, kritik tersebut berujung adu mulut dengan sejumlah warganet di media sosial.
Awalnya, akun Twitter @mazzini_gsp mengunggah salah satu artikel media mainstream yang memberitakan pakaian adat Suku Tidung di uang Rp 75.000. Pakaian tersebut sempat dituding menyerupai pakaian adat dari China.
"Sudah berabad-abad peranakan Tionghoa dan Bumi Putera hidup bareng, masih saja ada manusia tol*l yang seolah alergi. Sampai baju adat di uang Rp 75 ribu dibikin ribut," tulis akun itu seperti dikutip Suara.com, Jumat (21/8/2020).
Tak lama kemudian, cuitan warganet tersebut dibalas oleh Marzukie Alie. Melalui akun Twitter miliknya @marzukialie_ma, Marzuki mengkritik pakaian adat yang dimuat dalam uang tersebut tidak mewakili nusantara.
Seharusnya, kata Marzuki, dalam uang tersebut dimunculkan pakaian adat dari Aceh sampai Papua dan pakaian dari beragam etnis sehingga memberikan keadilan.
"Selama ini sudah biasa ditampilkan pakaian adat nasional dari seluruh provinsi, ya sudah pakai itu dulu. Kalau ada tambahan silakan saja tapi jangan membuat praduga-praduga tak perlu," balas Marzuki.
Salah seorang warganet menyebut jika pakaian adat seluruh Indonesia dimasukkan dalam uang tersebut tidak akan muat.
Namun, lagi-lagi cuitan warganet tersebut disemprot oleh Marzuki.
"Kalau nggak muat, nggak usah saja daripada menimbulkan kegaduhan. Justifikasi mengambil gambar baju adat suatu daerah, harus jelas jangan asal comot. Kita ini bangsa yang beragam, hal-hal senditif harus dihindari. Itulah kearifan. Merawat keberagaman merupakan hal sangat penting," ungkap Marzuki.
Baca Juga: CEK FAKTA: Benarkah Uang Baru Rp 75.000 Bukan untuk Alat Pembayaran?
Dalam cuitan lainnya, Marzuki kembali menyemprot para warganet. Ia menuding warganet merasa paling jago dan ingin mengadili.
"Anda-anda disini saja sudah seperti mau mengadili. Inilah bangsa yang sudah tidak ada kebaikan lagi, semua kalimat dicurigai. Kalimat kasar seolah paling benar, paling jago. Janganlah suka membakar emosi orang," ujar Marzuki.
Balasan Marzuki tersebut direspons oleh Bos lembaga survei Charta Politika Yunarto Wijaya. Yunarto menanyakan maksud dari cuitan-cuitan Marzuki, namun kembali dibalas 'ngegas' oleh Marzuki.
"Maksudnya apa pak? Anda percaya ini pakaian adat darimana?" tanya Yunarto.
"Kalau ditanya maksud, saya justru nggak kelas pertanyaan itu. Saya sudah pasti tidak menguasai banyaknya pakaian adat nusantara, saya hanya kenal pakaian adat nusantara yang selalu dipakai mewakili provinsi di setiap acara-acara tertentu di lembaga-lembaga negara," balas Marzuki.
"Karena ini 75 tahun, masalah kita adalah kesatuan karena tercabik-cabik gara-gara Pilkada dan Pilpres. Ada baiknya kalau mau dibuat pakaian adat, buatlah dari Aceh sampai Papua. Kalau ada tambahan-tambahan etnis yang sudah bagian dari negeri ini, tambahkan saja China, Arab, Tionghoa sehingga tidak ada kecurigaan, fitnah atau isu," imbuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Pakar UGM Tolak Kampus Ikut Kelola MBG, Khawatir Perguruan Tinggi Kehilangan Independensi
-
Rasa Haru Selimuti Rumah Duka Haerul Saleh, Peti Jenazah Diantar Para Pimpinan BPK
-
Lantai 4 Rumah Anggota BPK Haerul Saleh Hangus 80 Persen
-
Kesaksian ART Selamat dalam Kebakaran yang Menewaskan Anggota BPK
-
Curhat ASN soal WFH Setiap Jumat: Bisa Hemat Rp 400 Ribu Sebulan tapi Banyak Distraksi
-
Waspadai Hantavirus, DPR Desak Pemerintah Perketat Bandara dan Pelabuhan
-
Tantangan Iklim Makin Kompleks, Pendekatan Interdisipliner Dinilai Jadi Kunci
-
Kisah Penjaga Perlintasan di Jogja: Lari Kibarkan Bendera Merah Hentikan Kereta saat Ada Mobil Mogok
-
Tewas Dalam Kebakaran, Jenazah Anggota BPK Haerul Saleh Dimakamkan di Kolaka
-
Mampu Serap Banyak Karbon, Lahan Gambut Jadi Fokus Penelitian Global Untuk Perkuat Kebijakan