Suara.com - Seorang mantan anggota Navy SEAL, yang mengklaim tembak mati Osama bin Laden, dilarang naik ke pesawat oleh Delta Air Lines setelah ia menolak untuk mengenakan masker.
Menyadur Bussiness Insider, Jumat (21/8/2020), Robert O'Neill, yang mengatakan bahwa dia telah menembak mati Osama bin Laden saat penggerebekan di tahun 2011, sedang dalam penerbangan Delta Air Lines pada hari Rabu.
Kemudian ia membagikan sebuah foto di akun Twitternya dengan caption "Aku bukan orang bodoh." Tidak seperti penumpang lain dengan topi Korps Marinir AS dan pramugari yang lain, O'Neill tidak mengenakan masker.
Delta Air Lines mewajibkan penumpang untuk memakai masker di bandara dan di semua penerbangan kecuali mereka sedang makan atau minum. Maskapai itu juga mengatakan akan melarang penumpang yang menolak memakai masker.
O'Neill, yang meninggalkan Angkatan Laut pada tahun 2012 dan bekerja sebagai pembicara publik dan kontributor Fox News, menghapus tweet tersebut setelah sekitar lima jam.
Seorang juru bicara Delta Air Lines mengonfirmasi bahwa maskapai sedang menyelidiki unggahan tersebut tetapi menolak berkomentar secara spesifik.
Pada hari Kamis, O'Neill kembali menuliskan sesuatu di akun Twitternya, mengatakan Delta Air Lines melarangnya naik ke pesawat.
"Saya baru saja dilarang @Delta karena memposting gambar. Wow" tweetnya. Seorang juru bicara Delta Air Line mengkonfirmasi pernyataan O'Neill tersebut.
"Bagian dari komitmen setiap pelanggan sebelum melakukan perjalanan di Delta adalah persyaratan untuk mengakui kebijakan perjalanan kami yang diperbarui, termasuk mengenakan masker," kata juru bicara Anthony Black pada Business Insider.
Baca Juga: Gadis 7 Tahun Dikuntit Pria Telanjang, Ketuk Jendela Kamar Berulang Kali
"Kegagalan mematuhi mandat kami untuk memakai masker dapat mengakibatkan hilangnya kesempatan terbang bersama Delta." sambungnya
Maskapai Delta Air Lines baru-baru ini memperkuat kebijakan maskernya, mengharuskan setiap penumpang untuk melakukan pemeriksaan dengan petugas medis yang sudah disiapkan.
"Setiap klaim keliru tentang kecacatan atau kondisi kesehatan untuk mendapatkan pembebasan dari penggunaan masker atau penutup wajah dapat mengakibatkan penangguhan hak istimewa perjalanan pada penerbangan Delta mana pun selama persyaratan masker/penutup wajah masih berlaku," kata maskapai tersebut.
Maskapai Delta Air Lines telah melarang lebih dari 100 penumpang karena menolak untuk memenuhi persyaratan menggunakan masker, kata CEO Ed Bastian di acara "Today" NBC pada 22 Juli.
"Jika Anda naik pesawat dan Anda bersikeras tidak memakai masker, kami akan bersikeras Anda tidak akan terbang bersama Delta," kata Bastian.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Puncak Arus Balik Lebaran 2026 di Terminal Kampung Rambutan Diprediksi Terjadi 25 Maret
-
Boni Hargens: Mudik Gratis Presisi-Aman, Wujud Transformasi Polri dari Kekuasaan Menuju Pelayanan
-
Diplomasi Hangat 2,5 Jam di Teuku Umar: Megawati dan Ramos-Horta Perkuat Persaudaraan RI-Timor Leste
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Bos Aplikasi Dewasa Onlyfans Leonid Radvinsky Meninggal Dunia di Usia Muda
-
Rekaman Menegangkan Detik-Detik Tabrakan Pesawat Air Canada dengan Truk Pemadam di New York
-
Kisah Difabel Tuli Perdana Dengar Suara Takbiran: Dulu Duniaku Sangat Sunyi
-
Viral Keluhan Ban Mobil Dikempeskan di Monas, Kadishub DKI: Jangan Parkir di Badan Jalan!
-
Hampir 100 Persen Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi di Tenda
-
Kritik KPK, Sahroni Usul Tahanan Rumah Harus Bayar Mahal: Biar Negara Gak Rugi-Rugi Banget