Suara.com - Pasien positif corona Indonesia melonjak menjadi 153.535 orang, Minggu (23/8/2020). Jumlah kasusnya bertambah 2.037 orang.
Sementara pasien sembuh naik jadi 107.500 orang. tambah 2.302 orang.
Lainnya pasien meninggal 6.680 orang. Naik 86 orang.
Varian baru virus corona
Sejumlah ilmuwan di Singapura telah menemukan varian baru hasil mutasi virus corona (Sars-CoV-2) penyebab wabah Covid-19 yang menyebabkan gejala-gejala lebih ringan pada orang yang terinfeksi, demikian diulas dalam jurnal ilmiah The Lancet minggu ini.
Mereka yang terinfeksi varian baru virus corona itu akan mengalami gejala yang lebih ringan. Pasien memiliki kecenderungan rendah mengalami kekurangan kadar oksigen dalam darah serta tidak membutuhkan perawatan intensif.
Varian baru virus corona ini, yang banyak bagian genomnya telah hilang, juga memicu respon imun tubuh yang lebih kuat, demikian diwartakan kantor berita Antara dari Reuters.
"Studi ini untuk pertama kalinya menyediakan data-data yang menunjukkan bahwa mutasi pada Sars-Cov-2 telah memengaruhi tingkat keparahan penyakit ini pada pasien," kata Gavin Smith, ilmuwan dari Duke-NUS, Singapura, yang terlibat dalam penelitian ini.
Studi ini melibatkan berbagai lembaga di Singapura, di antaranya Pusat Penyakit Menular Nasional (NCID), Duke-NUS Medical School, serta Badan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Riset Singapura.
Baca Juga: Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni Positif Virus Corona
Para peneliti mengatakan temuan itu juga berpengaruh pada pengembangan vaksin dan obat-obatan COVID-19.
Varian baru tersebut, yang kemungkinan berasal dari Kota Wuhan, China, pertama kali ditemukan dalam klaster penularan virus pada Januari sampai Maret 2020. Virus tersebut, yang turut ditemukan di Singapura, ditularkan dari orang ke orang di beberapa klaster penularan berbeda.
Mutasi D614G
Pada awal pekan ini para ilmuwan di Singapura juga mengatakan bahwa mutasi virus corona yang ditemukan di Malaysia, Filipina, Singapura, dan beberapa negara Eropa bisa menjadi tanda-tanda bagus.
Paul Tambyah, pakar penyakit menular dari National University of Singapore (NUS), mengatakan mutasi yang dinamai D614G itu ditemukan di sebagian wilayah di dunia, tetapi di saat yang sama angka kematian akibat Covid-19 justru turun.
"Mungkin ini baik karena virusnya semakin menular, tetapi lebih kurang mematikan," kata Tambyah yang juga menjabat sebagai Presiden International Society of Infectious Disesases, organisasi nirlaba internasional yang bergerak dalam upaya mengendalikan penyakit menular.
Berita Terkait
-
Mengenal COVID-19 'Stratus' (XFG) yang Sudah Masuk Indonesia: Gejala dan Penularan
-
Kenali Virus Corona Varian Nimbus: Penularan, Gejala, hingga Pengobatan Covid-19 Terbaru
-
Mengenal Virus Corona Varian Nimbus, Penularan Kasus Melonjak di 13 Negara
-
7 Fakta Kenaikan Kasus COVID-19 Dunia, Thailand Kembali Berlakukan Sekolah Daring
-
Pasien COVID-19 di Taiwan Capai 41.000 Orang, Varian Baru Corona Kebal Imunitas?
Terpopuler
Pilihan
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
Terkini
-
Wajah Ridwan Kamil Dicopot dari Underpass Depok, Ikon 'Jabar Juara' Akan Diganti Tokoh Lokal?
-
Kapolda Aceh ke Anggota: Jadilah Lilin, Walau Hancur Tetap Menerangi Sekitar
-
Dapat Restu Prabowo, Gedung Bekas Kedubes Inggris di Bundaran HI Disiapkan Jadi Pusat Lembaga Umat
-
Sentil Upaya Pembungkaman, Hasto: Jangan Takut Suarakan Kebenaran Demi Kemanusiaan
-
PAN Beri Sinyal Dukung Prabowo Dua Periode, Zulhas: Realisasikan Program 5 Tahun Nggak Cukup
-
KPAI Ingatkan Bahaya Grooming Berkedok Konten, Desak RUU Pengasuhan Anak Segera Disahkan!
-
Wabup Klaten Benny Wafat di Usia 33 Tahun, Sudaryono: Kepergiannya Kehilangan Besar Bagi Gerindra
-
Wamendagri Wiyagus Tekankan Sinergi Daerah Sukseskan MBG dan Kopdeskel Merah Putih
-
Program Makan Bergizi Tetap Jalan Selama Ramadan, BGN Siapkan Empat Skema Pelayanan Ini!
-
16 Sekolah Unggulan Garuda Dibuka, Salah Satunya di Sultra