Suara.com - Satu demi satu fakta terkait kasus pembunuhan sadis yang merenggut empat nyawa satu keluarga pengusaha rental mobil, Suranto (42), di Desa Duwet, Kecamatan Baki, Sukoharjo, terungkap.
Fakta terbaru, pelaku pembunuhan satu keluarga, 3(41), warga Baki, Sukoharjo, menghabisi keempat korban, termasuk istri dan dua anak Suranto dalam keadaan sadar dan tanpa pengaruh alkohol.
Hal itu seperti diungkapkan Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas kepada wartawan di sela pembukaan garis pengaman polisi di rumah Suranto yang menjadi lokasi pembunuhan keluarga pengusaha rental mobil di RT 1, RW 5, Slemben, Desa Duwet, Kecamatan Baki, Rabu (26/8/2020).
"Pelaku ini dengan kesadaran penuh membunuh empat orang. Tidak ada pengaruh alkohol," kata Bambang dalam laporan Solopos.com, media jaringan Suara.com.
Pernyataan Bambang sekaligus menepis rumor yang berkembang bahwa pelaku menghabisi empat korban karena berada dalam pengaruh minuman keras.
Sesuai hasil penyidikan, pelaku Henry yang tidak lain merupakan teman dekat Suranto tega menghabisi para korban dengan tusukan pisau dapur karena ingin menguasai hartanya.
Menggadaikan dua mobil
Pelaku, kata Bambang, terjerat utang hingga puluhan juta rupiah.
Belum lagi pelaku menggadaikan dua mobil dan masih dikejar-kejar pihak leasing karena belum membayar cicilan.
Baca Juga: Babak Baru Dalang Pembunuh Bos Pelayaran, Keluarga Tuduh Nur Tilap Uang
"Jadi pelaku ini memang berencana menguasai harta korban. Setelah membunuh, pelaku membawa sepeda motor Megapro lalu kembali lagi dan membawa mobil korban," tutur Kapolres Sukoharjo.
Diberitakan sebelumnya, Suranto, 42 dan istrinya bernama Sri Handayani atau Handa, 36, ditemukan bersimbah darah di ruang keluarga, Jumat (21/8/2020) malam.
Sementara kedua anaknya bernama Rafael, 10, dan Dinar, 5, ditemukan meninggal dunia di kamar. Sontak penemuan empat orang dalam satu keluarga itu menggemparkan warga setempat.
Tak butuh waktu lama, aparat kepolisian berhasil menangkap pelaku kasus pembunuhan tersebut.
Berita Terkait
-
Tragedi Utang di Bekasi: Teman Lama Tega Habisi Nyawa MDT, Jasad Dibuang di Kuburan
-
Dua Pelaku Pembunuhan Pria di TPU Bekasi Ditangkap, Polisi Sebut Teman Lama Korban!
-
Ketika Bangkai Pesawat Bekas Jadi Peluang Usaha Bernilai Ekonomi
-
Terapis SPA Tewas di Kamar Kos Bekasi, Polisi Tangkap Pelaku dan Temukan Cairan Pembersih Toilet
-
Kronologis Ancaman Pembunuhan Keluarga Thom Haye
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
YLKI Catat 1.977 Aduan Konsumen Sepanjang 2025, Jasa Keuangan Paling Dikeluhkan
-
KPK Periksa Sekretaris Camat dan 5 Direktur Swasta dalam Kasus Korupsi Bupati Bekasi
-
Tragedi Utang di Bekasi: Teman Lama Tega Habisi Nyawa MDT, Jasad Dibuang di Kuburan
-
Lingkaran Setan Suap Bupati Bekasi, KPK Panggil 5 Bos Proyek dan Sekcam Sekaligus
-
Kedubes Iran Klarifikasi Unjuk Rasa di Teheran, Ada Intervensi AS dan Israel
-
Nasib Noel di Ujung Palu Hakim, Sidang Pemerasan Rp201 M di Kemenaker Dimulai Senin Depan
-
Semua Gerak-gerik Ayah Bupati Bekasi Dikuliti KPK Lewat Sopir Pribadi
-
Detik-detik 4 WNI Diculik Bajak Laut Gabon, DPR: Ini Alarm Bahaya
-
Riset Ungkap Risiko Kesehatan dari Talenan Plastik yang Sering Dipakai di Rumah
-
Cegah Ketimpangan, Legislator Golkar Desak Kemensos Perluas Lokasi Sekolah Rakyat di Seluruh Papua