Suara.com - Kapolsek Jatinegera, Kompol Darmo Suhartono membeberkan motif perempuan berinisial SDS (21) gunakan uang palsu untuk belanja di Pasar Deprok, Cipinang Muara, Jatinegara, Jakarta Timur pada Selasa (25/8/2020) kemarin.
SDS mencoba meraup keuntungan dari uang asli kembalian dari ratusan ribu uang palsu yang ia pakai untuk membayar di sejumlah toko.
"Jadi rencananya uang palsu dipakai untuk membayar belanjaan dengan nominal lebih dari harga, nah otomatiskan pedagang memberikan kembalian dengan uang asli. Hasil kembalian itu dikumpulin disimpan motifnya seperti itu," kata Darmo saat dihubungi Suara.com, Rabu (26/8/2020).
Darmo mengatakan, ketika diamankan pihaknya mendapati uang palsu sebanyak 13 lembar dengan pecahan Rp 50 ribu dari tangan pelaku.
Adapun uang palsu tersebut berasal dari seseorang berinisial S yang dikenal pelaku dari Facebook.
Ia berikan secara cuma-cuma tanpa membeli dengan nominal Rp 900 ribu.
"SDS ngakunya hanya dikasih saja tidak membeli uang palsu itu dari S," tuturnya.
Kekinian, S yang diduga sebagai pemasok uang palsu ke SDS buron dan masih dalam pengejaran aparat Polsek Jatinegara.
S kabur ketika SDS tepergok oleh salah satu pedagang di Pasar Deprok karena membayar belanjaan dengan memakai uang palsu.
Baca Juga: Ditipu Pembeli, Nenek Penjual Buah di Bali Dibayar Pakai Uang Mainan
Sementara itu SDS kini sudah diamankan oleh Polsek Jatinegara. SDS dikenakan Pasal 245 KUHP tentang peredaran uang palsu dengan ancaman hukumannya 15 tahun penjara.
Incar Toko
Kasus ini berawal ketika pelaku berbelanja di sejumlah toko yang ada di Pasar Deprok. Mulai dari toko sprei hingga bumbu dapur disambangi SDS.
Ia sempat membelanjakan uang palsu tersebut untuk membeli barang seharga Rp 235 ribu. Kemudian dikembalikan si pemilik toko dengan uang asli Rp 15 ribu.
Pedagang tersebut kemudian curiga dengan uang yang dipakai SDS untuk berbelanja. Uang tersebut dinilai memiliki tekstur yang tak biasa dari pada uang biasanya.
Alhasil, SDS kemudian dicokok oleh sejumlah pedagang dan dibawa ke pos pengamanan Pasar Deprok. Wanita muda itu kemudian diamankan ke Polsek Jatinegara pada hari yang sama. Adapun Kapolsek Jatinegara, membenarkan bahwa SDS sudah diamankan pihaknya.
"Benar sudah diamankan," kata Kapolsek Jatinegara, Kompol Darmo Suhartono saat dikonfirmasi wartawan.
Pihaknya mengaku, akan mengusut dari mana SDS mendapatkan uang palsu tersebut. Belakangan pemasok uang kabarnya sudah diketahui identitasnya.
"Saat kami amankan pelaku, dia membawa 13 lembar uang palsu pecahan Rp50.000," ungkapnya.
Berita Terkait
-
Bak Film Laga! Penipu di Duren Sawit Dikejar-kejar Massa usai COD Motor Pakai Uang Palsu Rp12 Juta
-
BI Jamin Uang Palsu Kini Lebih Mudah Dideteksi, Ini Ciri-cirinya
-
Makin Canggih, BI Sebut Rupiah Kian Sulit Ditiru hingga Peredaran Uang Palsu Turun Drastis
-
Bareskrim Bongkar Jaringan Dolar AS Palsu di Banten: 5 Pelaku Ditangkap, Ratusan Lembar Disita
-
BI Sebut Temuan Uang Palsu Rp100 Ribu di Parung Berkualitas Rendah: Cukup Cek Pakai Metode 3D
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Audit Digital Jadi Kunci! Dana Banpol Naik Tak Jamin Bebas Korupsi
-
Pembongkaran JPO Tendean Selesai, Jalur Arah Pancoran Mulai Dibuka
-
KPK Geledah Rumah Anggota BPK Bobby Rizaldi, Dalami Kasus Dugaan Suap di Muara Enim
-
Kuntadi Masuk Bursa Jampidsus usai Febrie Adriansyah Mundur, Kejagung Belum Tahu?
-
Benarkah E-Voting untuk Pemilu Rawan Manipulasi? Pakar IT Ungkap Keunggulan Kertas Suara Manual
-
Sapa Jaksa Agung 'Kakak Asuh', Kapolri Dikritik: Sejak Kapan Jadi Subordinat?
-
Rumor Kuntadi Jadi Jampidsus Mencuat, Jaksa Agung Beri Respons Singkat
-
Tak Percaya Polri dan Kejagung, SEMA UGM Desak KPK Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Disimpan Dalam Koper President! Don Ritto Tak Berani Ungkap Pengusaha Pemilik Duit di Cafe de'Clan
-
MBG Jalan Lagi Meski Ada Kasus Korupsi, Akademisi Minta Tata Kelola Dibenahi