- Satresmob Bareskrim Polri menangkap lima pelaku sindikat pengedar uang palsu dolar Amerika Serikat di wilayah Provinsi Banten.
- Operasi yang berlangsung pada April 2026 tersebut berhasil menyita 874 lembar uang palsu pecahan 100 dolar AS.
- Kelima tersangka terdiri dari tiga broker, satu pemasok, dan satu penyedia utama yang kini diperiksa Dittipideksus Bareskrim.
Suara.com - Tim dari Unit 1 Satuan Resmob Bareskrim Polri melakukan tindakan tegas terhadap sindikat kejahatan keuangan dengan menangkap lima orang pelaku tindak pidana peredaran uang palsu dolar Amerika Serikat.
Operasi ini dilakukan di wilayah hukum Provinsi Banten, yang menjadi titik fokus peredaran mata uang asing ilegal tersebut.
Kepala Satuan Resmob Bareskrim Polri Komisaris Besar Polisi Arya Khadafi memberikan rincian mengenai identitas dan peran para tersangka yang berhasil diamankan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, lima pelaku tersebut terdiri atas tiga orang broker, satu orang pemasok uang palsu, dan seorang lainnya sebagai penyedia utama uang palsu.
"Dalam pengungkapan ini, kami menangkap lima orang diduga terlibat dalam jaringan peredaran uang palsu," kata Arsya dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (19/4/2026).
Penyelidikan mendalam yang dilakukan oleh kepolisian mengungkap bahwa jaringan ini bekerja secara terstruktur.
Pengungkapan kasus ini bermula dari operasi lapangan yang dilakukan oleh Unit 1 Satresmob Bareskrim Polri pada tanggal 1 April 2026. Lokasi penangkapan pertama berada di kawasan Saung Sunda, Telaga Lestari, Cikupa, Kabupaten Tangerang.
Operasi yang dipimpin oleh Kanit 1 Satresmob Bareskrim Polri AKBP Herry Azhar itu berhasil mengamankan tiga pelaku yang berperan sebagai broker berinisal AS, F dan AA.
Ketiganya merupakan ujung tombak dalam mencari pembeli atau korban yang tergiur dengan kurs dolar murah namun palsu.
Baca Juga: Gudang Pangan Ilegal di Pontianak Diobrak-abrik Bareskrim, 23 Ton Bawang Disita
"Tiga orang diduga sebagai broker, diamankan saat hendak melakukan transaksi uang palsu dolar," ujarnya sebagaimana dilansir Antara.
Dalam pengungkapan di lokasi pertama tersebut, tim penyidik menyita barang bukti yang cukup signifikan. Petugas mengamankan 874 lembar uang palsu pecahan 100 dolar AS.
Jika dikonversikan ke dalam nilai mata uang asli, jumlah ini sangat besar dan berpotensi merusak stabilitas ekonomi jika berhasil beredar luas.
Selain uang palsu, polisi juga menyita tiga unit telepon genggam serta tiga dompet milik para tersangka.
Penyidikan tidak berhenti pada para broker. Tim Resmob Bareskrim Polri langsung melakukan pengembangan untuk memutus rantai distribusi dari hulu.
Berdasarkan keterangan tersangka AS, diperoleh informasi penting mengenai keberadaan pelaku lain yang bersembunyi di kawasan Rangkasbitung.
Berita Terkait
-
Latihan Manasik Jamaah Calon Haji di Tangsel
-
Gudang Pangan Ilegal di Pontianak Diobrak-abrik Bareskrim, 23 Ton Bawang Disita
-
Bareskrim Sita 23 Ton Pangan Ilegal di Pontianak, Pemasok Utama Diburu
-
Waspada! Polri Bongkar 7 Modus Haji Ilegal, Dari Visa Ziarah Hingga Skema Ponzi Rugikan Jemaah
-
Omzet Miliaran! Bareskrim Bongkar Jaringan Gas N2O Whip Pink di 12 Kota
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan