Suara.com - Analis politik dan ekonomi Rustam Ibrahim mengatakan yang meminta Presiden Joko Widodo yang dipilih secara demokratis mundur sebelum mandat yang diberikan berakhir -- apalagi masih dipercaya oleh rakyat yang memilihnya -- tidak punya pijakan moral dan hukum, melainkan hanya kepentingan politik.
Menurut Rustam Ibrahim moral adalah tentang baik dan buruk. Mengkritik seorang Presiden dengan landasan moral (moral ground), kata dia, tentu dimaksudkan agar keburukan-keburukan yang ada pada dirinya dapat berubah menjadi kebaikan atau menjadi lebih baik.
Rustam Ibrahim menambahkan hukum adalah tentang benar atau salah. Mengkritik Presiden secara hukum adalah mengkritik jika ada kebijakan-kebijakan Presiden yang salah (melanggar hukum) agar segera diluruskan. Dikatakan Rustam, jika ada pelanggaran hukum yang berat diproses sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang diatur dalam konstitusi.
Jika meminta Presiden yang dipilih secara demokratis oleh rakyat untuk masa jabatan lima tahun, diminta mundur begitu saja di tengah jalan sebelum mandat yang diberikan berakhir, kata Rustam Ibrahim, tentu bertentangan dengan moral demokrasi, apalagi Presiden masih dipercaya rakyat yang memilihnya.
Seandainya Presiden melakukan pelanggaran hukum berat, kata Rustam Ibrahim, tentu bisa dimakzulkan melalui proses yang diatur dalam Konstitusi. Tapi meminta Presiden mundur begitu saja tentu bertentangan dengan moral (ber) konstitusi.
Apa yang dimaksud dengan landasan moral? Menurut Rustam Ibrahim, landasan moral, dalam bahasa etika atau politik, mengacu pada status seseorang atau kelompok yang akan dihormati karena tetap bermoral, dan mematuhi serta menjunjung standar keadilan atau kebaikan yang diakui secara universal.
"Jadi satu-satunya cara untuk menyelamatkan demokrasi dan konstitusi adalah memberikan kesempatan kepada Presiden Jokowi menunaikan mandat yang diberikan sampai dengan 2024. Kecuali Presiden melakukan perbuatan tercela atau pelanggaran hukumberat; sebagaimana diatur dalam konstitusi," kata Rustam Ibrahim.
"Kemudian 2024 kita pilih Presiden baru!" demikian dikatakan Rustam Ibrahim melalui akun Twitter.
Baca Juga: Desak Jokowi dan Kemenkes Serius, Jansen PD: Tenaga Medis Kita Bisa Habis
Berita Terkait
-
Jokowi Safari Pakai Kemeja PSI, Golkar Santai Tak Khawatir Pemilih Migrasi
-
Identik dengan Gajah, Analis Bongkar Alasan Jokowi Pilih Lampung Jadi Target Safari Politik
-
Guntur Romli Sebut Safari Politik Jokowi Demi Gibran di 2029
-
Golkar Santai Lihat Jokowi Safari Politik Bareng PSI ke Lampung: Beliau Orang Merdeka
-
Guntur Romli: Safari Jokowi Tak Berdampak ke PDIP, Justru NasDem yang Harus Waspada!
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi
-
Sentil Pihak yang Suka Gaduh Usai Pemilu, Prabowo: Saya Kalah 4 Kali Tak Pernah Ribut
-
Penolakan JC Sony Sonjaya Dinilai Hambat Pengungkapan Nama-Nama Penting di Kasus MBG
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Dishub DKI Siapkan Shelter hingga Relaksasi Parkir bagi Ojek Online
-
Jejak Sadis Taufik Hidayat: 4 Indekos Jadi Saksi Bisu Yuvita Dibuat Buta hingga Lumpuh
-
Polisi Bongkar Home Industri Narkoba, Kamar Apartemen Disulap Jadi Tempat Produksi
-
Sekap dan Siksa Yuvita Pakai Helm, Sajam hingga Rokok: Taufik Hidayat Ternyata Penjahat Kambuhan!
-
Jokowi Safari Pakai Kemeja PSI, Golkar Santai Tak Khawatir Pemilih Migrasi
-
Jakarta Rangkul Konten Kreator untuk Jembatani Informasi Ibu Kota ke Warga