Suara.com - Seorang pria di Alabama menembak mati seorang pejalan kaki karena menyeberang jalan terlalu lama. Pria bernama Jeremiah Wesley Penn ini menembak Johnarian Travez Allen pada Kamis pekan lalu.
Menyadur NY Post, Selasa (01/09/2020) Jeremiah menghujani Johnarian dengan 8 tembakan di sebuah toko di wilayah Union Springs, kota kecil sekitar 45 mil tenggara Montgomery.
Jeremiah langsung melarikan diri setelah menembak Johnarian tapi ia memutuskan untuk menyerahkan diri melalui temannya yang bekerja sebagai wakil sheriff.
Peristiwa tak terduga ini terjadi ketika Johnarian menyeberang jalan secara lambat. Jeremiah yang kala itu berada di lokasi yang sama langsung keluar dari mobil dan menghujaninya dengan 8 tembakan.
Kepala polisi Union Springs, Danny Jackson mengatakan Jeremiah cukup gemas karena Johnarian tak keluar dari jalan dengan segera. Tak dijelaskan, dengan senjata api apa Jeremiah menembak Johnarian.
Kini, Jeremiah ditahan atas tuduhan pembunuhan besar-besaran di Penjara Bullock County.
Penembakan ini bukan hal yang pertama di Alabama. Sebelumnya, seorang anak berusia 8 tahun tewas dan beberapa pengunjung dilaporkan terluka dalam sebuah penembakan di dalam mal.
Menyadur CNN, pusat perbelanjaan Riverchase Galleria di pinggiran kota Birmingham, Alabama, diberondong sejumlah tembakan pada Jumat (3/7) sore.
"Breaking: sayangnya, seorang anak berusia delapan tahun tewas hari ini di Galeria. (Kami) akan bekerja keras untuk membawa orang-orang yang bertanggung jawab ke pengadilan. Investasi berlanjut," cuit Departemen Kepolisian Hoover, Sabtu (4/7).
Baca Juga: Detik-detik Pejalan Kaki Nyaris jadi Korban Seruduk Mobil, Syok Berat!
Dalam laporan sebelumnya, Letnan Keith Czeskleba dari kepolisian Hoober mengatakan empat orang yang terluka dalam serangan dilarikan ke rumah sakit. Namun, ia tidak merinci lebih lanjurt tentang kondisi dan luka para korban.
Czeskleba mengatakan kepolisian menerima laporan adanya insiden penembakan di sekitar food court Galleria sekitar pukul 15.18 sore.
Hingg kini, polisi belum mengetahui motif penembakan dan berapa banyak jumlah pelaku. Penyelidikan tengah dilakukan dengan mengumpulkan bukti dan mewawancarai para saksi.
Pengunjung mal dan tempat kejadian telah diamankan, kata Czeskleba. Mal ditutup pada Sabtu (4/7).
"Kami sedih atas insiden tragis dan tidak masuk akal yang terjadi di pusat perbelanjaan kami siang ini," tulis pejabat mal di akun Facebook mereka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis
-
Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!
-
Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran
-
Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris
-
Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah
-
Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya
-
Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?
-
Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba