Suara.com - Komisi Pemilihan Umum atau KPU mencatat ada sebanyak 37 bakal calon kepala daerah dari 21 Provinsi pada Pilkada Serentak terkonfirmasi positif Covid-19, data per Minggu (5/9/2020). Terkait hal tersebut, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad prihatin dan meminta bakal calon kepala daerah untuk mematuhi protokol kesehatan.
"Kita ikut prihatin terhadap paslon kepala daerah yang positif Covid-19, untuk itu memang pertama-tama kita minta supaya pada para calon yang positif Covid itu untuk menjalakan protokol yang sudah ditetapkan," kata Dasco di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (7/9).
Dasco menuturkan, untuk menghindari penyebaran virus corona lebih meluas maka para peserta Pilkada harus menghindari terjadinya kerumunan massa. Untuk itu, calon kepala daerah disarankan melakukan kampanye melalui media-media yang sudah ditentukan.
"Memang pelajaran bagi kita bahwa dalam Pilkada kali ini sebaiknya tidak melibatkan kegiatan-kegiatan yang mengumpulkan massa banyak. Mungkin lebih baik kita melakukan sosialisasi atau visi misi program melalui media yan telah disediakan," ujar Dasco.
Sebelumnya, Ketua KPU Arief Budiman mengungkapkan sebanyak 37 bakal calon kepala daerah terkonfirmasi positif corona. Mereka dinyatakan positif berdasarkan hasil tes swab yang diserahkan oleh masing-masing bakal calon ke KPU provinsi atau kota. Hal ini disampaikan Aried dalam keterangan pers melalui akun Facebook KPU, Senin dini hari.
Berita Terkait
-
Agar Masyarakat Lebih Peduli, Doli Golkar Kini Usul Pilpres-Pileg Juga Dipisah
-
MK Diskualifikasi Paslon pada Pilbup Mahakam Ulu karena Buat Kontrak Politik dengan Ketua RT
-
Prabowo Lantik 961 Kepala Daerah Serentak, Tjhai Chui Mie: Sangat Membanggakan Bagi Kami Semua
-
Kemendagri Bakal Kumpulkan Kepala Daerah Terpilih Lagi Besok di Monas, Persiapan Rinci Gladi Bersih Pelantikan
-
Hasil Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 2024: Khofifah-Emil Puncaki Perolehan Suara Pilkada Serentak
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
Terkini
-
Terdampak Krisis Iklim: Bagaimana Panas Ekstrem Membuat Harga Kopi Makin Melejit?
-
Harga Pangan Jakarta Mulai Merangkak Naik di Awal Ramadan
-
KPK Periksa Mantan Wakil Bupati Pati hingga Sejumlah Kepala Desa Terkait Dugaan Pemeresan Sudewo Cs
-
Suami Dwi Sasetyaningtyas Kena Sanksi LPDP, Mahfud MD Bongkar Alasan Ngeri WNI Benci RI
-
Kemenkes Reformasi Skema PPDS, Utamakan Putra Daerah untuk Atasi Krisis Dokter Spesialis
-
Kasus Korupsi Eks Dirjen Kominfo Semuel Abrijani: Apa Alasan Jaksa Menunda Pembacaan Tuntutan?
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Mahfud MD Geram Pernyataan Dwi Sasetyaningtyas Soal Anak WNA, Setuju Sanksi Cabut Beasiswa
-
Jaksa Tetap Tuntut Marcella Santoso 17 Tahun Penjara Terkait Kasus Suap Minyak Goreng
-
Menkes Akui Pendidikan Dokter Spesialis di Indonesia Super Mahal, Sebut di Luar Negeri Justru Digaji