Suara.com - Bakal pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan, Bobby Afif Nasution dan Aulia Rachman menjalani ujian tertulis pemeriksaan psikologi di Santika Hotel Medan, Selasa (8/9/2020).
Menantu Presiden Joko Widodo itu mengaku tidak menemukan kesulitan pada saat tes tertulis pemeriksaan psikologi yang berlangsung selama kurang lebih lima jam, terhitung mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB.
Bobby yang didampingi Aulia mengatakan bahwa mereka bersama para pasangan calon kepala daerah lainnya masih akan mengikuti sesi wawancara guna memenuhi persyaratan mutlak terkait Pilkada Serentak yang akan digelar pada 9 Desember 2020.
"Tes psikologi biasa, seperti terakhir dulu waktu kuliah S2. Banyak ketawa juga tadi, gambar-gambar itu. Kesulitan tidak ada," kata Bobby di sela-sela tes pemeriksaan.
Sementara itu pantauan Antara di lokasi, hingga saat ini para pasangan calon kepala daerah se-Sumatera Utara yang mengikuti tes psikologi di Medan masih berada di dalam ruangan tes pemeriksaan.
Sebagaimana diketahui, Bobby diusung oleh PDI Perjuangan di Pemilihan Wali Kota Medan 2020. Ia berpasangan dengan Aulia Rahman yang merupakan kader Partai Gerindra.
Berita Terkait
-
Mitos Zona Aman Gerbong Tengah: Mengapa Usul Menteri PPPA Dinilai Tak Sentuh Akar Masalah?
-
KAI Akan Tutup Perlintasan Tak Penuhi Syarat Keselamatan, Termasuk yang Dibuka Warga
-
Jawab Wacana Gerbong Perempuan ke Tengah, Dirut KAI: Semua Berhak Selamat
-
Potret Dirut KAI Bobby Rasyidin Terduduk Lesu di Depan Kereta Ringsek Bikin Pilu
-
Dirut KAI Respons Usulan Gerbong Perempuan Dipindah ke Tengah: Keselamatan Tak Bedakan Gender
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun
-
Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?
-
Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah
-
BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar
-
LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi
-
Dikritik Bakal Ancam Demokrasi, DPN Disebut Perlu Reformasi Struktural
-
JPU KPK Tegaskan Tak Boleh Ada Intervensi di Sidang Kasus Suap Bea Cukai
-
Kasus Kekerasan Seksual Ponpes Pati, DPR Desak LPSK Fasilitasi Rehabilitasi 50 Korban
-
Laga Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Pramono Anung: Kecewa, Tapi Alasannya Masuk Akal
-
Modus 'Crispy Fruit', WNA China Pengedar Happy Water Diciduk di Apartemen Pademangan