Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merekrut ribuan tenaga kesehatan (nakes) untuk penanganan covid-19. Meski akan dibayar, ia meminta para nakes tidak menilai hanya dari rupiah yang diterima.
Menurut Anies, upah yang diterima tidak sebanding dengan risiko yang harus dihadapi para nakes. Jika hanya menilai dari nominal, maka nilai pengabdiannya malah akan turun.
"Pengabdian dari teman-teman semua jangan pernah dirupiahkan, teman-teman jangan pernah menghitung rupiahnya. Kalau dirupiahkan akan mengalami defaluasi, dia akan turun nilainya, ketika sebuah kemuliaan itu dihitung dengan rupiah," ujar Anies melalui kanal youtube Pemprov DKI, Selasa (8/9/2020).
Mantan Mendikbud ini juga mengaku senang dengan tambahan nakes untuk menghadapi pandemi. Terlebih lagi belakangan ini jumlah penambahan pasien corona setiap harinya membludak hingga ribuan orang.
"Kita bersyukur DKI Jakarta mendapatkan dukungan tambahan untuk pertahanan terakhir kita dalam menjaga keselamatan warga Jakarta. Kami ingin menyampaikan terima kasih datang ke Jakarta untuk membantu," jelasnya.
Menurutnya pandemi ini mengubah situasi normal menjadi medan perang bagi para nakes. Apalagi Jakarta merupakan tempat berisiko yang jumlah pasien di RS selalu tinggi setiap harinya.
"Di RS dimana ada pasien yang dirawat, disitu pusat penularan. Ketika anda memilih untuk secara sukarela untuk mengurus pasien Covid, anda memilih berada di Medan pertempuran penuh risiko," pungkasnya.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta merekrut 1.174 tenaga kesehatan (nakes) untuk membantu penanganan corona di ibu kota. Para nakes ini didatangkan dari berbagai daerah di Indonesia.
Perekrutan ini dilakukan melalui penandatanganan surat perintah kerja (SPK) secara simbolis di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (8/9/2020).
Baca Juga: Ribuan Orang Kena Corona Tiap Hari di DKI, Nasdem Minta Anies Perketat PSBB
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan, perekrutan ini dilakukan setelah melakukan seleksi. Awalnya, 4.859 peserta dari berbagai daerah Indonesia yang mendaftar dan mengikuti seleksi tersebut.
“Sebagian kecil Pulau Jawa dan sebagian besar dari Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Lampung, Bengkulu, NTB, NTT bahkan dari Papua,” ujar Widyastuti dalam acara yang disiarkan di kanal YouTube Pemprov DKI Jakarta, Selasa (8/9/2020).
Setelah menerima 1.174 tenaga profesional berbagai posisi, 655 orang telah mendaftar ulang. Sementara sisanya, 519 orang lainnya belum mendaftar ulang karena masih berada di daerah masing-masing.
“Mereka terdiri dari dokter paru, penyakit dalam, anastesi, dokter anak, spesialis obgyn, dokter umum, perawat, bidan, radiografer, ahli teknologi laboratorium medik, survaillance dan penyuluh kesehatan,” kata Widyastuti.
Setelah itu, para nakes itu akan ditugaskan di fasilitas kesehatan berbagai tempat. Di antaranya milik pemerintah daerah, pemerintah pusat dan swasta di Ibu Kota. Misalnya di RSUD yang dikelola DKI, UPT Labkesda, puskesmas, Dinas Kesehatan DKI, RS swasta dan RS milik BUMN.
“Seluruh tenaga profesional akan di-rapid test oleh tim Dinkes, kalau hasilnya reaktif akan dicek PCR,” tuturnya.
Berita Terkait
-
Rekrut Ribuan Nakes untuk Hadapi Corona, DKI Beri Gaji hingga Rp 15 Juta
-
Ribuan Orang Kena Corona Tiap Hari di DKI, Nasdem Minta Anies Perketat PSBB
-
BPK Kawal Penggunaan Anggaran Penanganan Covid-19
-
Anies: Positif Covid-19 di Jakarta Tinggi Karena Warga Daerah Sekitar
-
Tes Covid DKI Tinggi, Anies Minta Daerah Lain Jalankan Instruksi Jokowi
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Diawali Suara Ledakan, Rumah Sekaligus Bengkel Kusen di Koja Ludes Terbakar
-
Geger Suara Ledakan di Koja, Rumah Sekaligus Bengkel Kusen Ludes Terbakar
-
MBG Balik Lagi! BGN Wajibkan Menu Daging Tersedia di Hari Pertama Sekolah
-
Efek Truk Crane Tabrak JPO: Tendean-Kuningan Macet Parah, Arus Lalu Lintas Dialihkan!
-
Trump Mau 'Jajah' Iran dan Rebut Fasilitas Nuklir Rahasia
-
Sopir Asyik Main HP, Truk Towing Hantam JPO Tendean Hingga Rusak Parah!
-
Penampakan Lusinan Pesawat Tempur AS Terbang di Selat Hormuz, Siap-siap Gempur Iran Lagi
-
Donald Trump Bandingkan Kondisi Perang Amerika Serikat dengan Vietnam dan Iran, Apa Katanya?
-
45 Orang Hilang di Lokasi Kebakaran Maut Bar Bangkok
-
Raksasa Mobil Ini Mau PHK 100 Ribu Pekerja: Kami Mau Lebi Efisien dan Kurangi Biaya