Suara.com - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) siap memeriksa penggunaan anggaran untuk penanganan Covid-19. Pemeriksaan ini ditandai dengan kick off meeting yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan seluruh jajaran BPK di Istana Kepresidenan.
Ketua BPK Agung Firman Sampurna mengatakan, meskipun kondisi sedang pandemi, tata kelola keuangan anggaran sangat penting. Hal ini agar penggunaan anggaran untuk covid-19 bisa transparan dan akuntabel.
"Untuk menjamin agar penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi dilakukan dalam tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan efektif, dibutuhkan pemeriksaan pengelolaan keuangan dan tanggung jawab keuangan negara yang menyeluruh," ujar Agung dalam peluncuran kick off tersebut yang disiarkan di Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (8/9/2020).
Menurut Agung, dalam kondisi pengalihan anggaran ini rawan sekali penyelewengan anggaran.
Meskipun, lanjutnya, banyak lembaga sudah mengawal, tapi pengelolaan anggaran harus diperiksa menyeluruh agar bisa dipantau penggunaanya.
"Skala masalah tata kelola yang dicakup dalam pemeriksaan ini nantinya begitu luas sehingga diistilahkan semesta pemeriksaan atau audit universe. Di mana pemeriksaan ini dilakukan dengan terlebih dulu melakukan identifikasi dan penilaian risiko secara mendalam sehingga kami menyebut pemeriksaan ini sebagai risk based compehensive audit," jelas Agung.
Agung menyebut, dalam 3 bulan terakhir, seluruh auditorat keuangan negara di BPK telah secara intensif melakukan pengumpulan data dan informasi terkait objek pemeriksaan yang akan dilaksanaan ini.
BPK juga telah melakukan kajian mendalam terkait jenis tujuan dan program pemeriksaan.
"Kami juga telah bicarakan hal ini dengan presiden, dan alhamdulillah presiden berikan dukungan penuh kepada BPK untuk melakukan pemeriksaan ini," ucap dia.
Baca Juga: Pesan Jokowi Kepada BPK di Tengah Pemulihan Ekonomi Saat Pandemi
Agung menambahkan, prosedur pemeriksaan didesain dengan kondisi kedaruratan yang nantinya Presiden bisa mendapat informasi secara rutin perkembangan pemeriksaan setiap bulannya.
"Ini merupakan bukti bahwa presiden memiliki komitmen kuat dalam menjaga tata kelola keuangan negara yang transparan dan akuntabel khususnya dalam mengatasi pandemi covid dan pemulihan ekonomi nasional," tukas Agung.
Sebelumnya, pemerintah menyiapkan komitmen anggaran sebesar Rp 405,1 triliun pada Maret untuk menangani COVID-19.
Anggaran ini kemudian terus mengalami peningkatan, mulai Rp 641,1 triliun pada Mei, menjadi Rp 677,2 triliun awal Juni, dan kemudian Rp 695,2 triliun pertengahan Juni.
Terbaru, pemerintah menyampaikan anggaran penanganan COVID-19 naik menjadi Rp 905 triliun.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Cara Mencari Lokasi ATM dan Kantor Cabang BRI Terdekat
-
Nominal Uang Pensiun DPR yang Resmi Dicabut MK
-
Jadwal dan Titik One Way Garut Selama Momen Idulfitri
-
Remitansi Pekerja Migran melalui BRI Lonjak 27,7 Persen di Momen Lebaran 1447 H
-
Biaya Transaksi BRI ke Sesama BRI, Bank Himbara, dan Bank Lain
-
Kecam Iran, 20 Negara Siap Buka Selat Hormuz
-
Menteri Keuangan Batasi Pengajuan Anggaran Baru, Pangkas Anggaran Berjalan
-
Menkeu Ingin Bangkitkan Marketplace Lokal untuk Saingi Dominasi Aplikasi China
-
Pulang Kampung Lebih Tenang Ikut Mudik Gratis PLN, Simak Pengalaman Pemudik!
-
Spesial Lebaran, BRI Hadirkan Program Cashback hingga 20% Biar Tagihan Bulanan Jadi lebih Hemat