Suara.com - Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta meminta Gubernur Anies Baswedan segera melakukan pembatasan skala lokal. Pasalnya angka penularan corona di Jakarta saat ini sudah mengkhawatirkan.
Anggota Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta Syarif mengaku sudah menyarankan agar Anies mencabut pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di tempat yang tergolong zona merah.
Selain itu, kegiatan sektor yang dinilai tak bisa mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 juga harus disetop.
"Pelonggaran sektor yang berjalan dua bulan ini dan rem mendadak sektor yang bandel. Pengertiannya nanti akan muncul PSBL. Itu rem mendadak untuk sektor yang membandel, bukan yang merata," ujar Syarif saat dihubungi, Rabu (9/9/2020).
Ia mengaku sudah membicarakan masalah Pembatasan Sosial Berskala Lokal (PSBL) ini dengan Anies. Mantan Mendikbud itu juga disebutnya sudah mulai mengerjakannya sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 80 tahun 2020.
Syarif menilai aturan ini perlu diterapkan karena kemunculan klaster keluarga semakin marak.
"Nanti gugus tugas tingkat RW akan diberdayakan. Karena kan sekarang dua pekan ini marak muncul klaster keluarga. Tetangga saya kena sekarang Isolasi di wisma atlet. Jadi memang klaster sudah berpindah," jelasnya.
Menurutnya masyarakat di tengah situasi ini harus menghentikan berbagai kegiatan keluarga yang mengumpulkan banyak orang. Seperti akad nikah, pengajian, dan acara lainnya dalam skala besar.
"Kayak meeting-meeting keluarga kayak akad, pengajian, orang pengajian satu RW gitu sudah aktif. Dia balik ke keluarga kena di keluarganya oleh karena itu saya bilang gerakkan gugas di tingkat RW," pungkasnya.
Baca Juga: Jadi RS COVID-19, 10 Medis RSUD Cempaka Putih Tua Dipindahkan ke Puskesmas
Berita Terkait
-
Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
-
Dari Masjid Nabawi, Anies Berdoa agar Aib Pelaku Kejahatan Dibuka Allah
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Prabowo dalam Tekanan! Media Asing Sebut Anies Baswedan Saat Rupiah dan IHSG Kompak Jebol
-
Anies Baswedan Skakmat Seskab Teddy yang Sebut Dino Patti Djalal 'Pejabat Cuma 3 Bulan'
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan