Suara.com - Politikus PDI Perjuangan Ruhut Sitompul memuji-muji sikap Menteri Agama Fachrul Razi ketika menghadapi cecaran anggota DPR dalam rapat kerja yang berlangsung Selasa (8/9/2020). Antara lain, dia dicecar soal ucapan-ucapan yang dianggap memicu kegaduhan di masyarakat, seperti yang baru-baru ini soal anak good looking diusupkan buat sebar radikalisme dan program penceramah bersertifikat.
"Menteri Agama Jenderal Purn. Fachrul Razi eks Wakil Panglima TNI menunjukkan kelasnya, 100 nilainya, walaupun menjadi bulan-bulanan anggota DPR. Raker kemarin dengan pengendalian diri yang sangat tinggi. Pak Joko Widodo Presiden RI kami bangga melihat menteri-menteri pembantu Presiden," kata Ruhut melalui akun Twitter @ruhutsitompul yang dikutip Suara.com, Rabu (9/9/2020).
Dalam rapat tersebut, anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi PKS Bukhori Yusuf menilai peningkatan kapasitas mubaligh dan dai memang diperlukan, namun caranya jangan sampai menimbulkan kecurigaan. Dia menyarankan sebaiknya dilakukan melalui Majelis Ulama Indonesia.
"Lebih baik tidak dilakukan lewat Kementerian Agama agar tidak timbul kecurigaan. Diperlukan kebijakan yang lebih bijaksana dan mengayomi," kata Bukhori (Antara).
Bukhori mengatakan pola-pola kebijakan yang berpeluang membelah umat dan rasa kebangsaan sebaiknya dihindari.
Menurut dia, rencana sertifikasi terhadap ulama atau penceramah bersertifikat berpotensi membelah umat dan bangsa.
"Karena itu, saya tidak setuju dengan program itu. Masukan dari beberapa organisasi, dai, dan ulama, rencana tersebut justru akan menimbulkan kondisi yang tidak kondusif. Tolong ditinjau lagi," katanya.
Sedangkan Ketua Komisi VIII DPR dari Fraksi PAN Yandri Susanto mengatakan pernyataan Fachrul Razi mengenai paham radikalisme disusupkan ke lingkungan masjid lewat anak-anak yang mengerti agama, berpenampilan menarik (good looking), tidak tepat dan dapat membuat kegaduhan di tengah masyarakat.
“Komisi VIII menyayangkan pernyataan yang dibuat Menteri Agama mengenai paham radikalisme, ini dapat membuat pro dan kontra serta membuat kegaduhan publik,” kata Yandri dalam laporan Suara.com sebelumnya.
Baca Juga: Fachrul Razi: yang Menentang Tak Kami Anggap Lawan, Tapi akan Kami Dekati
Yandri menilai Fachrul Razi sudah sering membuat keresahan di tengah masyarakat, seperti larangan memakai cadar, celana cingkrang, dan yang terbaru paham radikalisme, yang terbentuk berdasarkan anak berpenampilan menarik yang menguasai Bahasa Arab dan hafal Alquran.
“Pak menteri sudah sering buat kegaduhan, mulai dari larangan memakai cadar, celana cingkrang dan yang terbaru institusi pemerintahan dapat disusupi paham radikal yang diawali dari mengirimkan anak yang good looking untuk mendapat simapati, seperti anak yang menguasai bahasa Arab,” kata Yandri.
Yandri mendesak Fachrul Razi untuk menjelaskan pernyataan-pernyataan itu.
“Saya minta penjelasannya mengenai ini pak menteri. Jangan sampai nanti masyarakat salah dalam menafsirkannya,” kata Yandri.
Menurut Yandri narasi Fachrul soal radikalisme masuk lewat anak good looking, orang hafal Alquran, pandai berbahasa Arab, membikin pemuka agama tersinggung.
Dia juga meminta Fachrul Razi untuk menunjukkan data tempat-tempat ibada yang dikatakan dimasuki radikalisme melalui anak good looking.
Tag
Berita Terkait
-
Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan
-
Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Motor Listrik Korupsi BGN untuk Guru Honorer: Solusi Cerdas atau Masalah Baru?
-
Tiga Manajer KDMP dan KNMP Meninggal di Latsarmil! DPR Desak Evaluasi Total Latihan Fisik
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Digelar Maraton! Hakim PN Jaksel Putus Praperadilan Roy Suryo Pekan Depan
-
Tepis Isu 2 Desa Lepas ke Malaysia, Tito: RI Justru Untung Wilayah hingga 5.700 Hektare!
-
Logo HUT ke-81 RI Resmi Diluncurkan, Karya Desainer Asal Padang Terpilih Lewat Voting Publik
-
Mensesneg, DEN dan BI Terima Kasih ke Dasco: Kami seperti Tim Sepak Bola
-
DPR Gelar Rapat Lintas Lembaga Bahas Stabilitas Ekonomi
-
Tragedi Cinta Segitiga Pengamen Bekasi: Sempat Viral di Medsos, Berakhir Penikaman Maut
-
Diduga Kirim Pesan WA dari Sel, Hotman Paris Desak Kalapas Cipinang Cek HP Razman Nasution
-
Antrean di SPBU Tak Sekadar Soal BBM, Ekonom Soroti Beban Sosial Kelompok Rentan
-
Jutaan Anak Tak Sekolah, Gus Ipul Minta Kepala Daerah Dukung Sekolah Rakyat
-
KPK Buka Peluang Tetapkan Tersangka Baru di Kasus Imigrasi Silmy Karim