- Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto mendesak pemerintah menerapkan sistem kesehatan terpadu untuk mencegah ancaman hantavirus di Indonesia.
- Langkah pencegahan difokuskan pada peningkatan kapasitas laboratorium, pengawasan kasus demam akut, serta perbaikan sanitasi dan pengendalian populasi tikus.
- Pemerintah Indonesia mulai memperkuat surveilans dan skrining deteksi dini setelah WHO melaporkan adanya wabah hantavirus di kapal pesiar.
Suara.com - Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto meminta pemerintah meningkatkan kewaspadaan dini terhadap ancaman hantavirus melalui pendekatan sistem kesehatan terpadu atau one health system.
Menurut Edy, penanganan hantavirus tidak cukup hanya mengandalkan layanan rumah sakit karena penyakit tersebut berkaitan erat dengan kondisi lingkungan dan sanitasi masyarakat sehari-hari.
“Pencegahan hantavirus tidak cukup hanya mengandalkan layanan rumah sakit. Ini menyangkut lingkungan hidup sehari-hari masyarakat,” kata Edy dalam keterangannya, Senin (11/5/2026), nengutip dari ANTARA.
Ia menilai ada sejumlah langkah penting yang perlu segera diperkuat pemerintah untuk mencegah penyebaran penyakit zoonosis tersebut.
Langkah pertama adalah memperluas pengawasan terhadap kasus demam akut yang belum terdiagnosis agar potensi hantavirus tidak luput dari pemantauan.
Selain itu, Edy meminta kapasitas diagnosis laboratorium ditingkatkan, termasuk pemeriksaan PCR dan serologi di rumah sakit rujukan.
Politikus bidang kesehatan itu juga menyoroti pentingnya pengendalian hewan pengerat atau tikus serta perbaikan sanitasi lingkungan berbasis masyarakat.
Menurutnya, pengelolaan sampah, kebersihan permukiman, dan pengendalian populasi tikus harus menjadi bagian penting dalam kebijakan kesehatan publik.
“Hantavirus ditularkan dari hewan ke manusia, terutama melalui tikus. Penularan bisa terjadi ketika seseorang menghirup udara yang terkontaminasi urine, feses, atau air liur tikus,” ujarnya.
Baca Juga: DPR Apresiasi Bareskrim di Kasus Judi Online Internasional, Minta Jaringan Lain Dibongkar
Edy mengingatkan masih banyak masyarakat yang membersihkan gudang, rumah kosong, atau area penuh kotoran tikus tanpa perlindungan diri yang memadai.
Padahal, kondisi tersebut dapat menjadi jalur penularan hantavirus.
“Ini yang harus diedukasi secara serius kepada masyarakat,” katanya.
Karena itu, ia meminta edukasi publik diperluas agar masyarakat memahami cara mencegah penularan penyakit tersebut.
Edy juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor mengingat ancaman zoonosis seperti hantavirus berkaitan erat dengan perubahan lingkungan, urbanisasi, hingga perubahan iklim.
“Kita tidak boleh menunggu sampai terjadi lonjakan kasus besar baru bergerak. Pencegahan jauh lebih murah dan lebih penting dibanding penanganan saat situasi memburuk,” tegasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Divonis 2 Tahun Penjara, Abdul Wahid Belum Serahkan Memori Banding
-
Trailer Utama Film Made in Abyss Part 1 Ungkap Lagu Tema dan Karakter Baru
-
Ojol Bakal Jadi UMKM, Maman Bantah Isu Pengemudi Bakal Kena Pajak
-
Wisata Religi di Tengah Jakarta, Menelusuri Jejak Integritas Guan Gong di Kelenteng Tian Fu Gong
-
Selamatkan Nasib PPPK, Mendagri Tito Guyur Rp18,9 Triliun Agar Tak Ada yang Nganggur
-
Pemerintah Mau Pungut Pajak Pemilik Rumah Kontrakan? Ini Kata DJP
-
Viral Kurir SPX Express Kembalikan Uang Rp92 Juta, Ini Sosok di Balik Itikad Jujurnya
-
Jelang HUT RI ke-81, Penjualan Baju Adat Anjlok 50 Persen: Agustusan Kalah Ramai dari Kartini
-
Denyut Tradisi Bali dalam Bait-Bait 'Saiban' Karya Oka Rusmini
-
Prabowo Percayakan BI ke Destry Damayanti, Investor Langsung Percaya Diri