Suara.com - Seorang remaja asal Kampung Gong Tok Nasek, Malaysia membakar rumah nenek dan mengaku melakukan hal itu atas bisikan roh ibunya. Menyadur Malay Mail, Rabu (09/09/2020), remaja 14 tahun ini memiliki gangguan mental.
Bibinya, Juriah Salleh mengatakan remaja itu tinggal bersama ayah dan neneknya di rumah, tapi keduanya sedang tidak ada di rumah saat kebakaran terjadi.
"Saya melihatnya merekam video api sambil menangis. Jadi saya memanggilnya dan menyuruhnya duduk."
"Saat ditanya kenapa dia membakar rumah, dia bilang dia 'melihat' almarhum ibunya yang 'menyuruh' dia melakukannya," ujarnya sang bibi.
Tak hanya mendapat bisikan untuk membakar, remaja ini juga mengaku disuruh merekam video kebakaran tersebut. Ia lantas pergi membeli korek api, kertas dan lilin untuk membakar rumah neneknya.
Untungnya, remaja ini bisa menyelamatkan diri setelah aksi membahayakan tersebut. Sang bibi mengatakan, peristiwa serupa pernah terjadi ketika keponakannya berumur 10 tahun, namun mereka berhasil memadamkan api.
Berdasarkan informasi keluarga, remaja ini memiliki gangguan mental dan kini sedang dalam perawatan pengobatan.
Sementara itu, Kepala Stasiun Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kuala Terengganu Rozizah Ibni Hajar mengatakan pihaknya menerima panggilan darurat pada pukul 7.59 malam.
Ia lantas menerjunkan 19 personel dengan dua mobil pemadam kebakaran dan sebuah kapal tanker menuju tempat kejadian. Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu sekitar 25 menit untuk memadamkan api.
Baca Juga: Kecelakaan saat ke Rumah Nenek, Amelia dan Ayahnya Nyangkut di Pohon Pinus
"Ketika mereka sampai di lokasi, rumah itu terbakar dan ada seorang remaja berusia 14 tahun di lokasi yang berhasil melarikan diri ke tempat aman," katanya.
Kapolsek Kuala Terengganu ACP Abdul Rahim Md Din mengatakan belum mengetahui penyebab kebakaran dan ihaknya kini sedang menunggu laporan dari pemadam kebakaran.
"Polisi akan melakukan investigasi jika ada unsur pembakaran," ujarnya kepada Bernama saat dihubungi hari ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Pramono Sebut Kelenteng Tian Fu Gong Bisa Jadi Ikon Wisata Religi Jakarta
-
Bidik Kursi Ketum BM PAN, Riyan Hidayat Tegaskan Tegak Lurus ke Zulhas dan Dukung Program Prabowo
-
Tensi Perang Dagang AS-Tiongkok Mereda, Stabilitas Dolar dan Pasar Saham Mulai Kalem
-
Skandal LCC 4 Pilar MPR RI 2026: Anatomi Ketidakadilan di Atas Panggung Konstitusi
-
Gubernur John Tabo Polisikan Penyebar Voice Note Tuduhan Provokasi Konflik di Wamena
-
Pernyataan Orang Desa Tak Pakai Dolar Menyesatkan, FKBI Ingatkan Prabowo RI Ketergantungan Impor
-
Wamenaker Antisipasi Gelombang PHK Dampak Konflik Timur Tengah
-
BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Sejumlah Wilayah Aceh
-
Cegah Perang Suku Pecah Lagi, 300 Pasukan Brimob Dikirim ke Wamena
-
Prabowo: Keamanan dan Ketertiban Negara Sangat Ditentukan oleh Pangan