Suara.com - Amerika kembali menekan China dan menolak impor tomat dan kapas dari Provinsi Xinjiang. Menyadur New York Times, Rabu (09/09/2020) keputusan ini merujuk pada dugaan kerja paksa saat proses produksi.
Selain tomat dan kapas, Pejabat Bea Cukai dan perlindungan perbatasan AS atau CBP juga mengumumkan lima larangan impor lainnya yang melibatkan pelanggaran kerja paksa Xinjiang.
"Kami memiliki bukti yang masuk akal tetapi tidak konklusif bahwa ada risiko kerja paksa dalam rantai pasokan yang terkait dengan tekstil kapas dan tomat yang keluar dari Xinjiang," kata Asisten Komisaris Eksekutif CBP Brenda Smith.
"Kami akan terus melakukan penyelidikan kami untuk mengisi celah itu."
Ini adalah langkah tegas yang belum pernah diambil oleh CBP sebelumnya dan diduga akan memicu ketegangan antara dua raksasa ekonomi dunia tersebut.
"Perintah Pembebasan Penahanan" memungkinkan CBP untuk menahan pengiriman berdasarkan kecurigaan keterlibatan kerja paksa di bawah undang-undang AS.
Aturan ini sudah lama berlaku dan bertujuan untuk memerangi perdagangan manusia, pekerja anak dan pelanggaran hak asasi manusia lainnya.
Pemerintahan Donald Trump menggalakkan aturan ini pada China atas perlakuannya terhadap Muslim Uighur di Xinjiang.
Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan memiliki laporan yang dapat dipercaya bahwa 1 juta Muslim telah ditahan di kamp-kamp di wilayah tersebut, tempat mereka ditempatkan untuk bekerja.
Baca Juga: Wilayahnya Dikunci karena Corona, Warga Xinjiang Protes Lewat Media Sosial
Namun China membantah penganiayaan terhadap Uighur dan mengatakan kamp-kamp itu adalah pusat pelatihan kejuruan yang diperlukan untuk melawan ekstremisme.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek