Suara.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dikabarkan positif terinfeksi virus Corona (Covid-19).
Sebagai pejabat publik, Edhy masih memiliki hak untuk tidak mengumumkan kabar tersebut secara resmi, tetapi akan lebih baik apabila dirinya mau membuka diri.
Kabar Edhy terinfeksi positif Covid-19 dibenarkan oleh sejumlah pihak kecuali dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan dirinya sendiri.
Epidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman mengatakan bahwa tidak masalah apabila seseorang yang dinyatakan positif itu tidak mengumumkan kepada publik.
"Sebetulnya identitas orang sakit itu untuk kasus seperti Covid-19 ini ya tidak harus dibuka identitasnya ya. Kecuali atas beberapa pertimbangan yang sangat penting misalnya tapi secara umum dia punya hak untuk tidak dibuka," kata Dicky saat dihubungi Suara.com, Rabu (9/9/2020).
Akan tetapi, apabila ada pejabat publik yang positif terinfeksi Covid-19 itu akan lebih bagus untuk mengumumkan kondisinya tersebut. Selain karena kerap bertemu dengan banyak orang, pengumuman itu penting bagi keperluan penelusuran kasus kontak atau tracing.
Tracing menjadi langkah penting agar tenaga kesehatan bisa menelusuri penyebaran virus. Sehingga penanganan penularan Covid-19 dapat dilakukan untuk menekan kurva kasus yang kian meningkat.
"Misalnya bahwa yang bersangkutan sebagai pejabat publik yang sering bertemu orang kemudian mengumumkan ya akan sangat bagus, akan sangat menguntungkan dari sisi orang-orang yang pastinya karena posisi beliau menteri ya akan banyak yang kontak pastinya kan sebagai orang penting, ini akan sangat membantu," tutur Dicky.
Sebelumnya, Edhy Prabowo dikabarkan terinfeksi positif virus Corona (Covid-19).
Baca Juga: Edhy Prabowo kena Corona, Gerindra: Kondisinya Terus Memebaik, Sudah Ketawa
Ia dinyatakan tertular usai melangsungkan kunjungan kerja luar kota.
Politisi muda Partai Gerindra Kawendra Lukistian mendapatkan kabar tersebut dari pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang dikenalinya.
"Iya (positif Covid-19)," kata Kawendra saat dihubungi Suara.com, Selasa (8/9/2020).
Menurut informasi yag diperolehnya, Edhy terpapar setelah pulang dari luar kota. Apabila dicek melalui situs resmi KKP, Edhy sempat mengunjungi Pulau Maratua, Kalimantan Timur pada awal September 2020.
"Kata teman-teman di KKP kenanya sepulang kunjungan dari tugas luar kota kemarin," ujarnya.
Di pulau tersebut, Edhy menemui pelaku usaha pariwisata untuk bersosialiasi pemanfaatan sektor perikanan yang berdampak pada perekonomian masyarakat setempat.
Berita Terkait
-
PT Tusam Hutani Lestari Punya Siapa? Menguasai Lahan Hutan Aceh Sejak Era Soeharto
-
Cucu Mahfud MD Jadi Korban, Pakar Sebut Keracunan MBG Bukti Kegagalan Sistemik Total
-
Sebut WHO Rancang Pandemi Baru, Epidemiolog UI Tepis Ucapan Dharma Pongrekun: Itu Omong Kosong
-
Ini Penjelasan KPK Soal Nama Edhy Prabowo Tidak Disebut di Dakwaan Gazalba Saleh
-
Daftar Menteri-menteri Jokowi yang Berasal dari Partai Oposisi, Terbaru Ada AHY
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
Terkini
-
Biodiesel B50 Segera Diterapkan, Pakar Ungkap Efeknya di Mobil Tua
-
4 Terdakwa Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Banding, Amnesty Khawatir Barang Bukti Dimusnahkan
-
KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi ITDC di Proyek Mandalika
-
Kasus Ijazah Jokowi: Mengapa Roy Suryo dan dr Tifa Tak Pilih Damai?
-
DPRD DKI Fokuskan Pemenuhan Infrastruktur Dasar Publik
-
Antrean 1.000 Pencari Kerja di Malaysia Jadi Alarm, Indonesia Terancam Hadapi Situasi Serupa!
-
Revisi Aturan Outsourcing, Wamenaker Jamin Tak Ganggu Iklim Investasi
-
Mahasiswa Kembali Geruduk DPR, Tuntut Evaluasi Total Kabinet Merah Putih
-
Bantah Ada Operasi Politik Tekan PDIP, PKB: Kami Bukan Koordinator Koalisi!
-
Dari Ulat di Sayuran hingga Korupsi, Warga Ini Tetap Kukuh MBG Harus Jalan