Suara.com - Beredar narasi yang mengatakan bahwa NPWP dan NIK akan digabung sehingga semua penduduk Indonesia akan kena pajak.
Klaim ini dibagikan oleh akun Facebook Hartini Yulianti pada Sabtu (5/8/2020) dan telah dibagikan sebanyak 14 kali.
Berikut narasi yang ditulis oleh Hartini Yulianti
"NPWP dan NIK Mau Digabung, Semua Penduduk Indonesia Akan Dipajaki? Terus kartu ini gimana...? Nasibnya...?"
Lantas benarkah klaim tersebut?
Penjelasan
Berdasarkan hasil penelusuran Turnbackhoax.id - Jaringan suara.com pada Selasa (8/9/2020), klaim yang menyebutkan bahwa NPWP dan NIK akan digabung sehingga seluruh penduduk akan kena pajak merupakan klaim yang salah.
Faktanya, tidak semua penduduk Indonesia dikenai pajak. Hanya penduduk berpenghasilan di atas Rp 54 juta setahun atau Rp 4,5 juta per bulan yang akan dikenai pajak. Selain itu, orang yang penghasilannya di atas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) juga akan dikenai pajak.
Pemerintah Indonesia sendiri memang berencana akan menganggungkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Keduanya akan dijadikan satu data tunggal atau Single Indentity Number (SIN). Adapun tujuan penggabungan ini tidak lain adalah untuk mensinkronkan dan validasi data wajib pajak.
Baca Juga: CEK FAKTA: Benarkah Nahdlatul Ulama Ganti Lambang Ditambahkan Salib?
Belum sempat terealisasi, masyarakat sudah khawatir dengan kabar yang mengatakan bahwa dirinya akan dikenai pajak, meskipun tidak tergolong dalam kategori wajib pajak. Hal tersebut ditepis oleh Dirjen Pajak Suryo Utomo.
Menurut penuturan Suryo, orang yang akan dikenakan pajak adalah mereka yang penghasilannya di atas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) atau dengan kata lain yang penghasilannya di atas Rp 54 juta setahun atau Rp 4,5 juta tiap bulannya.
"Orang yang bayar pajak kan orang Indonesia, meskipun yang kena pajak yang PTKP kan. NPWP itu nomor identitas, sarana identifikasi sebenarnya," tutur Suryo di Gedung DPR RI, Kamis (3/9/2020).
Kabar tentang wacana penggabungan NPWP dan NIK sudah lama beredar. Namun hal tersebut belum bisa terwujud karena data yang ada masih tercecer, NIK berada di bawah Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), sementara NPWP di Ditjen Pajak.
Menurut Suryo Utomo, proses singkronisasi data tersebut terus berlangsung hingga sekarang. Sayangnya, Suryo tidak menjelaskan lebih lanjut kapan target penggabungan NPWP dan NIK menjadi SIN tuntas dilakukan.
Dilansir dari kompas.com, Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo menjelaskan bila hal tersebut digabungkan, akan membuat pengawasan semakin efektif sehingga nantinya wajib pajak dapat dipantau dengan mudah.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan di atas, maka klaim yang mengatakan bahwa NPWP dan NIK digabung seluruh warga akan dikenai pajak adalah klaim yang tidak benar.
Klaim tersebut masuk dalam kategori Konten yang Menyesatkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno