Suara.com - Beredar narasi yang menyebutkan Nahdlatul Ulama (NU) telah berganti logo. Logo terbaru NU ditambahkan simbol salib.
Narasi tersebut diunggah oleh akun Facebook bernama Tanue Brewok pada Senin (7/9/2020). Pada bagian bawah logo NU diberi keterangan 'NU Protestan Rahmatan Lil Alamin'.
Berikut isi narasi unggahan akun tersebut:
"Alhamdulillah saya masih di NU garis lurus dengan ulama-ulama yang bukan penjilat, maklum ini NU rezim now!!".
Benarkah klaim tersebut?
Penjelasan
Berdasarkan penelusuran Turnbackhoax.id -- jaringan Suara.com, Selasa (8/9/2020), klaim yang menyebut NU telah mengganti logo dan ditambahkan salib adalah klaim yang salah.
Lambang NU dengan tanda salib yang dilingkari simpul tali adalah hasil suntingan atau editan orang yang tidak bertanggungjawab.
Lambang NU yang asli terdiri dari peta Indonesia di dalam bola dunia dan dikelilingi tali yang mengikat dengan untaian tali berjumlah 99 dan lima bintang di atas bumi (yang tengah berukuran paling besar), serta empat bintang di bawah bumi.
Baca Juga: CEK FAKTA: Benarkah Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Mulai 7 September 2020?
Di tengah bumi terdapat tulisan Nahdlatul Ulama dalam huruf Arab dan di bawah bumi ada tulisan NU dalam huruf latin.
Masing-masing simbol dalam lambang NU memiliki makna tersendiri. Peta Indonesia di dalam bola dunia melambangkan sejarah NU yang didirikan di Indonesia.
Tali bersimpul yang melingkari bola dunia melambangkan persatuan yang kokoh, kuat dan ikatan dibawahnya melambangkan hubungan manusia dengan Allah SWT, sedangkan untaian tali berjumlah 99 yang melambangkan Asmaul Husna.
Adapun sembilan bintang yang melingkari bola dunia menunjukkan bintang yang paling besar melambangkan kepemimpinan Nabi Muhammad SAW.
Empat bintang di atas di atas garis khatulistiwa melambangkan kepemimpinan Khulafaur Rasyidin, yaitu Abu Bakar Siddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Tholib. Sedangkan untuk 4 Bintang di bawah garis khatulistiwa melambangkan 4 madzhab yang dianut oleh Nahdlatul Ulama, yaitu Imam Hanafi, Iman Maliki, Imam Syafi’i dan Imam Hambali.
Jumlah keseluruhan bintang sebanyak 9 bintang yang melambangkan Wali Songo.
Kesimpulan
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan klaim yang menyebut NU mengganti lambang dan menambahkan simbol salib adalah klaim yang salah atau hoaks.
Klaim tersebut masuk dalam kategori konten yang dimanipulasi. Karena, gambar tersebut telah disunting oleh pihak tidak bertanggungjawab.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Kemasan Rokok Seragam Berisiko Tabrak UU Merek, Wamenkum: Jangan Over Regulation!
-
Sebut Polri Paling Korup, Burhanuddin Muhtadi Bongkar Kelemahan Survei IndexMundi
-
Jalan Cinta Amblas Nyaris 90 Derajat, DKI Bongkar Pemicunya: Tanggul Kali Sunter Retak!
-
Isi Amplop Menhut Raja Juli Masih Misteri, KPK Duga Suap Hutan Kuansing Pakai Dolar Singapura
-
Jokowi Mau Jadikan Jateng 'Kandang Gajah', Gerindra: Bagus, Kompetisi Politik Makin Sehat!
-
Bupati Kuansing Diduga Kumpulkan Duit dari 914 Anggota KUD untuk Suap Pelepasan Hutan
-
Aksi Bersih-bersih atau Cari Aman, Kenapa Menhut Raja Juli Baru Lapor Amplop Usai OTT KPK?
-
Eks Pimpinan KPK Sebut Menhut Raja Juli Akal-akali Balikin Amplop: Tetap Suap, Bisa Jadi Tersangka
-
Kader PSI Kalsel Desak Jokowi Segera Dilantik Jadi Ketua Dewan Pembina, Begini Respons Kaesang
-
Duet 'Indonesia Emas 2045' dan 'India Maju 2047', PM Narendra Modi: Kita Mitra Alami