Suara.com - Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar total yang dipilih Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan mulai Senin (14/9/2020) hari ini diberlakukan dinilai berpotensi menimbulkan kemacetan panjang, namun lebih aman covid-19.
Pengamat Transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia, Muchlis Zainal Asikin mengatakan PSBB total akan membuat orang beralih dari kendaraan umum yang kini dibatasi ke kendaraan pribadi.
"Dengan demikian akan terjadi perpindahan/shifting dari transportasi publik ke kendaraan pribadi. Dengan demikian potensial akan menimbulkan kepadatan dan kemacetan lalu lintas," kata Muchlis kepada Suara.com, Senin (14/9/2020).
Menurut Muchlis, kemacetan merupakan risiko yang harus ditanggung dari kebijakan PSBB yang masih memperbolehkan beberapa sektor perekonomian bekerja saat pandemi.
Meski macet, Muchlis menilai hal itu akan lebih aman dari covid-19 sebab setiap orang yang harus beraktivitas menggunakan kendaraan pribadi, tidak berdesakan di transportasi umum yang selama ini menjadi salah satu tempat penyebaran virus.
"Akan terjadi hambatan yang cukup berarti untuk menekan angka penyebaran Covid-19," ucapnya.
Dia menegaskan setiap orang yang bertransportasi harus tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19 terutama memakai masker ketika berkendara.
Berikut beberapa kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB total dalam bertransportasi yang berlaku selama 14 hari sejak hari ini hingga 27 September 2020:
Pengendalian transportasi publik:
Baca Juga: 5 Artis Komentari Kebijakan Anies soal PSBB Jakarta, Siapa yang Menohok?
- Pengendalian TransJakarta, MRT, LRT, KRL Commuter Line, taksi, angkot dan kapal penumpang.
- Dilakukan pembatasan kapasitas, pengurangan frekuensi layanan dan armada.
- Pengurangan kapasitas maksimal 50% dari kapasitas normal.
- Diatur berdasar Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 33 Tahun 2020.
- Akan diatur secara detail teknis melalui SK Kadishub.
Pengendalian kendaraan pribadi:
- Hanya boleh diisi maksimal 2 orang per baris kursi, kecuali 1 domisili.
- Kebijakan ganjil-genap ditiadakan selama PSBB.
- Motor berbasis aplikasi diperbolehkan mengangkut penumpang dengan menjalankan protokol ketat.
- Akan diatur secara detail teknis melalui SK Kadishub.
Tag
Berita Terkait
-
Pramono Ajak Anies Nonton Persija Bareng di JIS: Legacy-nya Sekarang Bisa Dinikmati
-
Jalur Sepeda Jakarta Mau Dihapus: Benarkah Sepi, Bikin Macet, dan Tak Dibutuhkan?
-
Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
-
Dari Masjid Nabawi, Anies Berdoa agar Aib Pelaku Kejahatan Dibuka Allah
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
Pilihan
-
Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata
-
Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Terus Melawan
-
Dua Sepeda Motor yang Dibakar Massa di Pos Polisi Pejompongan Diduga Milik Intel
-
Sepeda Motor Dibakar Dekat Pos Polisi Pejompongan, Bentrok Pecah
-
Tolak MBG dan Kopdes, FMN: Anggaran Hanya Lari ke Prabowo dan Kroni-kroninya!
Terkini
-
Momen Hangat Rudy Susmanto di Balai Kesejahteraan Sosial: Dari Beri Makan Warga hingga Cek Fasilitas
-
Massa Pati Dikecam Ojol usai Tinggalkan Aksi DPR, Botok Buka Suara
-
Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Masih Terus Melawan
-
Cerita Suara Dentuman Kagetkan Warga Pandeglang: Rumah Hancur Meledak, Penghuni Berhamburan
-
AMPB Akhirnya Minta Maaf ke Ojol Usai Dikecam karena Tinggalkan Massa Aksi di Jakarta
-
Perang 400 Anggota Gangster Pecah di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Satu Orang Terluka Bacok
-
Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata
-
Revaldo Kembali Tergiur Narkoba Setelah Bertemu Pemasok di Bogor
-
Demo DPR Ricuh, Polisi Bubarkan Massa dengan Gas Air Mata
-
Palmerah Membara: Pospol Petamburan Dikabarkan Dibakar Massa, Gas Air Mata Pecah Berkali-kali