Suara.com - Seorang lansia perempuan di India tewas dibunuh oleh tetangganya karena dianggap sebagai penyihir.
Menyadur India Times, Shanicharwa Khadia meninggal dunia setelah dipukuli dengan tongkat dan senjata tajam oleh Pandu Oran pada Rabu (9/8).
Pandu menyebut perempuan asal distrik Gumla, negara bagian Jharkhand ini memiliki kekuatan magis.
Saat kejadian, lansia berusia 75 tahun ini tengah duduk di depan rumahnya yang berada di desa Salami.
Tak disangka, pelaku tiba-tiba datang dan langsung menyerang Khadia dengan peralatan yang dibawanya.
Putra korban, Mahaleshwar, mengatakan ibunya meninggal di tempat.
"Pandu menyebut ibuku penyihir dan menyebut dia biasa melihat penampakan ibuku ke mana pun ia pergi," kata Mahaleshwar.
Bukan kali pertama, Pandu yang tinggal di dekat rumah korban ini juga pernah mencoba membunuh Khadia pada 2018. Namun saat itu, usahanya gagal.
Hingga kini pelaku masih buron dan kepolisian Jharkhand tengah mengupayakan perburuan.
Baca Juga: Miris, Suami Bunuh Diri Pasca Menikah, Wanita Ini Ikut Loncat dari Balkon
"Terdakwa akan segara ditangkap. Sementara kasus perburuan penyihir telah berkurang, kesadaran (masyarakat) masih perlu ditingkatkan," katra pengawas polisi setempat, Hruudep P Janardhan.
Insiden serupa juga terjadi di India, khususnya di negara bagian Bihar, pekan lalu. Seorang perempuan disiksa oleh keluarganya sendiri setelah dicap sebagai penyihir.
Perempuan malang ini digunduli dan dipaksa memakan fesesnya sendiri lantaran dianggap memiliki kekuatan magis.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Aturan Feng Shui Dapur, Jangan Biarkan Rezeki Hangus karena Salah Letak Kompor
-
AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan
-
22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing
-
Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut