Suara.com - Mata pelajaran sejarah belakangan menjadi perbincangan hangat berbagai kalangan, setelah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berencana menempatkan pelajaran penting ini sebagai mata pelajaran pilihan.
Rencananya, pelajaran sejarah dijadikan mata pelajaran pilihan di jenjang sekolah menengah atas, dan tidak menutup kemungkinan akan dihilangkan untuk sekolah menengah kejuruan.
Sejarahwan JJ Rizal melalui akun Twitternya @JJRizal turut melayangkan kritikannya terhadap wacana penghapusan sejarah ini.
"Dasar rezim kardus kekuasaan durhaka," tulis JJ Rizal mengawali uneg-unegnya, Jumat (18/09/2020).
"Butir 8 nawacita itu bilangnya mau "melakukan revolusi karakter bangsa melalui penataan kembali kurikulum pendidikan nasional yang menempatkan secara proporsional pengajaran sejarah pembentukan bangsa, nilai patriotisme dan cinta tanah air," sambungnya.
Untuk diketahui, rencana penghapusan mata pelajaran sejarah di jenjang SMA/SMK itu tertuang dalam draf sosialisasi dan Asesmen Nasional tertanggal 25 Agustus 2020.
Kritikan pedas JJ Rizal ini pun langsung disambut warganet dengan beragam pandangan.
"Salah satu indikator liberalisme kapitalistik merasuki dunia akademik: Mengikis habis wawasan historis bangsa dikalangan generasi muda," ungkap pemilik akun @Ihluk***
"Isi dan bukti sejarah sudah banyak yang dihilangkan atau diganti. Kini sejarah itu akan dihilangkan juga. Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un," imbuh warganet lainnya @Ubai_***
Baca Juga: Pelajaran Sejarah Mau Dihapus, Fadli Zon: Identitas Hilang, Indonesia Bubar
Kicauan JJ Rizal tadi juga menyertakan sebuah berita dari Harian Kompas di mana banyak kalangan juga mengkritisi soal penghapusan pejalaran sejarah.
Salah satu kritik yang tertuang dalam koran itu datang dari Guru Besar Pendidikan Sejarah Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Said Hamid.
"Sulit dipahami jika di jenjang SMA (pelajaran) sejarah menjadi pilihan. Kalau kita menempatkan pelajaran sejarah sebagai pilihan, seperti di Singapura, orang bisa tidak belajar sejarah. Pelajaran sejarah di SMA merupakan kesempatan siswa untuk mengenal bangsanya lebih jauh," katanya.
Di koran yang diunggah JJ Rizal itu pula, Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud, Maman Faturrohman menyampaikan sanggahannya.
Menurut Maman, penyederhanaan kurikulum masih dalam bahasan dan belum final. Oleh sebab itu Maman menegaskan bahwa pihaknya terbuka untuk berbagai masukan dan usulan dari kalangan akademisi dan para guru.
Berita Terkait
-
Joo Won Dikabarkan Bergabung dengan Park Bo Gum Bintangi Film Tema Sejarah
-
Manga Sejarah Historie Karya Kreator Parasyte Resmi Diadaptasi Jadi Anime
-
5 Keunikan Thaif: Kota Sejuk yang Menyimpan Sejarah Kelam dan Doa Rasulullah
-
Anime Jaadugar Tayang Juli 2026, Angkat Peran Perempuan dalam Sejarah
-
Mengenal Asal Usul Boxing Day Premier League Alasan Mengapa Liga Inggris Tetap Bertanding saat Natal
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
-
Unilever Jual Sariwangi ke Grup Djarum Senilai Rp1,5 Triliun
Terkini
-
Jerit Ibunda Korban Salah Tangkap Aksi Demo Agustus, Dua Jari Anaknya Patah Diduga Disiksa Polisi
-
Sabida Thaiseth, Muslimah Pertama di Kabinet Thailand yang Mengusung Wajah Baru Kebudayaan
-
Bonus Rp465 Miliar Atlet SEA Games Cair, Pemerintah Kasih Literasi Keuangan 1,5 Jam
-
Rekayasa Lalin MRT Glodok-Kota Dimulai 10 Januari, Simak Rutenya
-
Said Iqbal Bongkar 'Janji Manis' KDM Soal Upah: Katanya Tak Ubah Rekomendasi, Faktanya Malah Dicoret
-
Mayoritas Publik Tolak Pilkada Lewat DPRD, Golkar: Mungkin Yang Dibayangkan Pilkada Model Orba
-
Jaksa Sebut Nadiem dan Pengacaranya Galau: Seolah Penegakan Hukum Tak Berdasarkan Keadilan
-
Sebut Politik Dinamis, Dede Yusuf Ungkap Alasan Demokrat 'Lirik' Pilkada Lewat DPRD
-
Perpendek Rentang Kendali, Pakar Usulkan Polri Dibagi Dua Wilayah: Barat dan Timur
-
Mengais Harapan dengan Kursi Roda: Logistik di Dapur Darurat Pasca-Banjir Aceh