Siswanto
Minggu, 20 September 2020 | 07:38 WIB
Wasekjen MUI Ustaz Tengku Zulkarnain di Barus (Fanshur), Tapanuli Tengah, Sumatera Utara [dokumentasi Twitter Tengku Zulkarnain]

Suara.com - Pegiat media sosial Denny Siregar mencandai Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Tengku Zulkarnain karena belakangan ini mengait-ngaitkan terminologi kadrun yang diucapkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan rasis dan menghina umat Islam.

 "Zul zull... Kadrun kok rasis.. berasa ya??" kata Denny Siregar yang baru-baru ini menggugat Telkomsel senilai Rp1 triliun karena kasus kebocoran data pribadi.

Sesudah menulis itu, Denny Siregar menjelaskan definisi kadrun menurut versinya dan menghendaki Tengku menjelaskan letak rasisnya.

"Kadrun itu adalah seseorang yang merasa dirinya paling arab, tapi t*t*tnya kecil... Rasisnya dimana Zul. Apa karena kecil juga," kata Denny Siregar.

Sehabis itu, Denny Siregar kembali menuliskan sindiran. 

"Banyak orang yang tidak sadar, bahwa iblis tidak dikutuk karena ia melakukan maksiat. Justru karena ia merasa paling beriman," kata Denny Siregar.

Dan ucapan Denny Siregar ditangkis Tengku dengan mengatakan: "Hehe... Iblis menolak sujud kepada Nabi Adam untuk menghormati beliau adalah maksiat mas... Melawan perintah Allah kok bukan maksiat...?"

Dapat tangkisan demikian, Denny Siregar makin "sadis" dan dia memberikan saran kepada Tengku. "Jawaban begini kok dibilang ustaz... Mending balik maen organ tunggal aja, ayah naen," kata Denny Siregar.

Selanjutnya, Denny Siregar membuat analogi untuk menjelaskan soal kadrun lewat percakapan.

""Kenapa harus ada kadrun, pa ?" Tanya anakku. Kujawab, "Nak, tidak dikenal putih tanpa ada hitam. Tidak dikenal pula kebaikan, tanpa ada kejahatan. Kadrun ada untuk mengingatkan kita, bahwa kesombongan itu menghilangkan akal." Kudengar suara di video, "Ikan hiu makan tomat."