Suara.com - Sebagian masyarakat Indonesia pasti dibuat bertanya-tanya kapan musim hujan 2020 dimulai. Pasalnya, walaupun sudah memasuki pertengahan bulan September, sebagian besar wilayah di Indonesia masih mengalami musim kemarau.
Cuaca panas juga terasa dalam beberapa hari terakhir. Bahkan kata "panas" menjadi trending topik di Twitter. Warganet dari berbagai daerah membuat cuitan yang mengeluh panasnya cuaca akhir-akhir ini.
Untuk menjawab rasa penasaran tersebut, simak penjelasan BMKG terkait kapan musim hujan 2020 dimulai berikut ini.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa awal musim hujan 2020 diperkirakan akan mundur jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Melansir setkab.go.id, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menyampaikan bahwa musim hujan 2020 di Indonesia akan dimulai secara bertahap di akhir bulan Oktober 2020. Tahapan musim hujan ini juga diperkirakan akan dimulai dari wilayah Indonesia Barat.
Tahapan dan Puncak Musim Hujan
Melansir rilis bmkg.go.id, awal musim hujan 2020 diprediksi akan dimulai pada bulan Oktober untuk 34.8% wilayah yang meliputi sebagian Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.
Sementara itu, 38.3% wilayah akan memasuki musim hujan pada bulan November, termasuk Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. Barulah di bulan Desember mendatang akan ada 16.4% wilayah yang memasuki musim hujan.
Lebih lanjut, puncak musim hujan 2020/2021 di sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan terjadi pada bulan Januari dan Februari 2021 mendatang.
Baca Juga: Suara Dentuman Kembali Terdengar Pagi Ini, Warganet Geger
Potensi La Nina
Berdasarkan pemantauan BMKG hingga akhir Agustus 2020, terdapat anomali suhu muka laut yang menunjukkan adanya potensi La Nina. Fenomena ini berpotensi mengakibatkan peningkatan curah hujan di sebagian wilayah Indonesia saat musim hujan terjadi.
Imbauan BMKG
BMKG mengimbau Pemerintah Daerah untuk meningkatkan kewaspadaan dan persiapan menjelang musim hujan secara lebih dini dan optimal. Persiapan ini perlu dilakukan terutama bagi wilayah yang pertama mengalami musim hujan dan wilayah yang diprediksi mendapatkan curah hujan lebih tinggi.
Dalam hal ini, BMKG mengimbau Pemerintah Daerah perlu memperhatikan pengelolaan tata air yang terintegrasi serta kapasitas kanal penampung air untuk mengantisipasi debit air berlebih.
Selain imbauan terhadap pemerintah, BMKG juga berharap masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah rentan banjir dan tanah longsor, untuk lebih antisipatif terhadap kemungkinan dampak musim hujan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
Terkini
-
Mantan Direktur FBI Robert Mueller Tutup Usia, Donald Trump: Saya Senang Dia Mati!
-
Influencer Inggris Jadi Buzzer Pemerintah? Pamer Bikini Tutupi Realita Perang Iran
-
Ketegangan Selat Hormuz Memuncak: Ultimatum Trump Picu Ancaman Balasan dari Teheran
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Berbagi Berkah Ramadan, Driver ShopeeFood Kompak Masak untuk Anak-Anak Panti Asuhan
-
Jangkauan Rudal Iran Kejutkan Dunia, Kota di Israel Luluh Lantak
-
Fasilitas Natanz Diserang Israel dan AS, Iran Waspada Bencana Nuklir
-
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis
-
Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan