Suara.com - Sandiaga Uno dicap pengkhianat lantaran bergabung dalam tim pemenangan menantu Presiden Joko Widodo, Bobby Nasution yang maju sebagai calon Wali Kota Medan. Juru bicara Sandiaga, Kawendra Lukistian pun langsung menepis anggapan itu. Dia menegaskan bahwa Sandiaga hingga detik ini masih tetap berpihak kepada rakyat.
"Bang Sandi tetap berpihak pada rakyat, fokus menebarkan manfaat, tidak pernah sekalipun menghianati rakyat," kata Kawendra saat dikonfirmasi Suara.com, Senin (28/9/2020).
Menurutnya, Sandiaga membuktikan tetap berpihak pada rakyat dengan kerja nyata yang mendorong terciptanya lapangan pekerjaan seluas-luasnya. Upayanya tersebut diwujudkan dengan gerakan Oke Oce, Rumah Siap Kerja dan Bank Infaq.
"Hingga membantu rakyat terbebas dari riba dengan program Bank Infaqnya. Apa yang begitu namanya pengkhianat? Ngaco ah," imbuhnya.
Sebelumnya, Sandiaga Uno diturunkan untuk menjadi tim pemenangan mantu Presiden Jokowi, Bobby Nasution, yang maju ke pilkada Kota Medan berpasangan dengan Aulia Rachman.
Kesediaan Sandiaga menjadi tim sukses mantu Jokowi amat mengecewakan bagi Wakil Ketua Majelis Mudzakarah Novel Bamukmin. Majelis Mudzakarah merupakan organisasi kemasyarakatan pendukung pasangan Anies Baswedan - Sandiaga Uno ketika maju pilkada Jakarta menghadapi Basuki Tjahaja Purnama - Djarot Saiful Hidayat, juga ketika Prabowo Subianto - Sandiaga Uno maju ke bursa pemilu presiden 2019 menghadapi Joko Widodo - Ma'ruf Amin.
"Beliau itu kan pengusaha, sudah otomatis beliau sangat piawai menghitung untung rugi dan sepertinya keuntungan didepan mata sudah sangat dikalkulasi dengan matang sehingga berani tampil sebagai tim pemenangan mantu Jokowi sebagai kepanjangan politik dinasti yang tidak peduli dengan prinsip-prinsip politik yang sehat dan pembodohan. Tapi bagaimana juga kalau sudah bicara untung rugi itu haknya seseorang, walau mengorbankan amanat dari rakyat yang ketika itu dipercaya untuk merubah nasib bangsa yang terpuruk dengan menjadi lawan pada capres Jokowi ketika itu," kata Novel kepada Suara.com, Rabu (23/9) lalu.
Dalam tim pemenangan Bobby dan Aulia Rachman, Sandiaga Uno bekerjasama dengan Djarot Saiful Hidayat. Dalam struktur tim sukses, Sandiaga menjadi dewan pembina, sedangkan Djarot menjadi dewan pengarah. Selain kedua tokoh, masih ada sejumlah tokoh nasional yang diturunkan untuk memenangkan pasangan Bobby dan Aulia Rachman.
Baca Juga: Puji Pemerintah, Fahri Hamzah Soroti Bahaya Ini Jika Pilkada Ditunda
Berita Terkait
-
Gegara Bobby Nasution Tak Dipanggil, Boyamin MAKI Temui Dewas KPK Bawa Bukti Rekaman Sidang
-
Terpopuler: Koleksi Kendaraan Raja Juli Disorot, Mobil Bobby Nasution Terbakar?
-
Hyundai Ioniq 5 N Diduga Milik Bobby Nasution Hangus Terbakar saat Sedang Terparkir
-
Prabowo Agenda Panen Raya di Karawang, Zulhas dan Bobby Naik Motor
-
Pemerintah Pusat Puji Gerak Cepat Gubernur Bobby Nasution Bangun Huntap Korban Bencana
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 5 Sepatu Saucony Paling Nyaman untuk Long Run, Kualitas Jempolan
Pilihan
-
CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat
-
Karpet Merah Thomas Djiwandono: Antara Keponakan Prabowo dan Independensi BI
-
Dekati Rp17.000, Rupiah Tembus Rekor Terburuk 2026 dalam Satu Bulan Pertama
-
IHSG Tembus Rekor Baru 9.110, Bos BEI Sanjung Menkeu Purbaya
-
7 Rekomendasi HP Baterai Jumbo Paling Murah di Bawah Rp3 Juta, Aman untuk Gaming
Terkini
-
Rustam Effendi Sebut Eggi Sudjana Musuh dalam Selimut, di TPUA Dia Duri dalam Daging!
-
Kepala Daerah yang Di-endorse Jokowi Ditangkap KPK, Bukti Pengaruh Politik Memudar Pasca Lengser?
-
BGN Tegaskan Program MBG Tak Ganggu Pendidikan, Anggaran dan Program Justru Terus Meningkat
-
Misi Berbahaya di Pongkor: Basarnas Terjang 'Lubang Maut' Demi Evakuasi 3 Penambang
-
Jaksa Agung Tindak Tegas 165 Pegawai Nakal Sepanjang 2025: 72 Orang Dijatuhi Hukuman Berat
-
DPR Mulai Belanja Masukan RUU Pemilu, Pastikan Soal Isu Pilpres Via MPR Tak Bakal Dibahas
-
BNI Dorong UMKM Manfaatkan AI untuk Perkuat Daya Saing Digital hingga Ekspor
-
Dari Brimob Aceh ke Garis Depan Donbass: Mengapa Tentara Bayaran Rusia Menjadi Pilihan Fatal?
-
Pendaftaran TKA SD dan SMP 2026 Dibuka: Cek Jadwal dan Link Latihan Soalnya
-
Jaksa Agung Ungkap Kerugian Negara Akibat Korupsi Tembus Rp300,86 Triliun Sepanjang 2025