Suara.com - Pengurangan risiko bencana menjadi upaya penanggulangan bencana yang terus digencarkan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana kerap melakukan pendampingan bagi pemerintah daerah untuk dapat melakukan upaya pengurangan risiko bencana berbasis kesejahteraan masyarakat.
Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Wisnu Widjadja mengungkapkan dalam menggerakan beragam potensi yang ada di daerah sebagai salah satu upaya pengurangan risiko bencana dibutuhkan kepercayaan diri pemerintah daerah dan masyarakatnya.
“Setiap daerah memiliki potensi yang luar biasa, sekarang dibutuhkan kepercayaan diri pemerintah daerah dan masyarakat dalam menggerakan potensi-potensi yang ada sehingga mampu menjadi upaya pengurangan risiko bencana sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu sendiri,” kata Wisnu.
Wisnu menambahkan Kabupaten Karangasem memiliki berbagai potensi yang ada untuk membangkitkan ketertarikan para wisatawan, salah satunya adalah dengan menghidupkan kembali kisah kejayaan masa lalu.
“Pemerintah Kabupaten Karangasem dapat menghidupkan kejayaan masa lalu yang ada di daerah dengan beragam kisah atau cerita untuk menarik dan membangkitkan sisi pariwisata sehingga bukan hanya produk tetapi aktivitas masyarakat yang memiliki nilai kebudayaan dapat menjadi potensi pariwisata yang besar,” kata Wisnu.
Wisnu menegaskan pengurangan risiko bencana berbasis kesejahteraan masyarakat merupakan upaya untuk mengajak masyarakat memperbaiki lingkungan sekaligus menciptakan keuntungan yang memiliki nilai ekonomi.
“Melalui langkah ini, kami mengajak masyarakat untuk memperbaiki lingkungan dan mendapatkan penghasilan dari upaya tersebut,” kata Wisnu.
Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumantri menjelaskan potensi yang dimiliki Kabupaten Karangasem dalam pengurangan risiko bencana berbasis kesejahteraan masyarakat.
“Saat ini di Karangasem banyak sekali lahan tidur atau lahan kosong yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Melalui pendampingan BNPB, kami dapat upayakan pemanfaatan lahan-lahan tersebut dengan tanaman yang memiliki nilai jual sehingga tidak hanya menciptakan keuntungan, tetapi juga menjadi sumber lapangan pekerjaan bagi mereka yang terdampak pandemi COVID-19,” kata Sumantri.
Baca Juga: Tahukah Kamu, Sudah 2.000 Bencana dari Januari hingga September 2020
Selain itu, Sumatri mengapresiasi kehadiran BNPB untuk melakukan pendampingan langsung kepada pemerintah daerah.
“Kami sangat mengapresiasi pendampingan langsung dari BNPB dalam memetakan potensi yang ada di Kabupaten Karangasem, sehingga kami termotivasi dalam melakukan perbaikan lingkungan yang sekaligus dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.
Pelibatan masyarakat dalam sosialisasi pencegahan Covid-19
Kabupaten Karangasem yang dikenal dengan kegigihan komunitas masyarakat dalam penanggulangan bencana melalui Pasemetonan Jagabaya Gunung Agung dapat menjadi salah satu peluang yang kuat dalam mengedukasi pencegahan Covid-19 kepada masyarakat.
“Kehadiran Pasebaya Gunung Agung di tengah masyarakat saat ini tidak hanya berlaku dalam penanganan potensi bencana Gunung Agung, tetap perannya juga dapat dimaksimalkan dengan pemberian edukasi pencegahan COVID-19 yang sangat berdampak pada kelangsungan hidup masyarakat,” ujar Wisnu.
Wisnu merekomendasikan agar Pasebaya Gunung Agung dapat memberikan edukasi dan sosialisasi protokol kesehatan kepada masyarakat melalui kanal informasi seperti radio komunitas serta pembentukan satuan tugas sampai ke tingkat desa sehingga pemahaman tentang protokol kesehatan dapat tersampaikan secara menyeluruh.
Tag
Berita Terkait
-
Tingkatkan Sistem Tanggap Bencana, Pemerintah Terus Perbarui Peringatan Dini Gempa 4 Tahun Terakhir
-
Gempa M 7,6 Guncang Sulut dan Malut, Presiden Prabowo Instruksikan Evakuasi Secepat Mungkin!
-
Gempa M 7,6 Guncang Bitung, Kepala BNPB Langsung Terbang ke Sulawesi Utara Siang Ini
-
Pemicu Utama Bencana Tanah Bergerak di Jatinegara Tegal
-
Akses Terputus Sepekan, Kepala BNPB Instruksikan Percepatan Penanganan Longsor Jepara
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
Terkini
-
Sapu Jalan Berujung Maut: Petugas PPSU Tewas Ditabrak Mobil Oleng di Pejaten
-
Petani Tembakau Madura Desak Pemerintah Ubah Kebijakan Rokok Ilegal
-
DKI Jakarta Berangkatkan 7.819 Jemaah Haji, Pemprov Siapkan 117 PPIH
-
Tangisan Anak di Serpong Utara Ungkap Penemuan Jasad Wanita Dalam Rumah
-
Aksi Kamisan ke-904 Soroti Militerisasi Sipil: Impunitas Masih Berulang
-
Tim Advokasi Minta MK Batalkan Pasal Kontroversial UU TNI, Soroti Ruang Sipil dan Impunitas
-
Cueki Permintaan Trump, Presiden Lebanon Ogah Bicara dengan Benjamin Netanyahu
-
Gelar KWP Awards 2026, Ariawan: Pers dan Parlemen Wajib Kolaborasi untuk Negara
-
Mengenal Piramida Budaya Perkosaan: Dari Obrolan Digital hingga Kekerasan Nyata
-
Pentagon Panaskan Mesin Perang, Negosiasi AS-Iran Terancam Kolaps