Suara.com - Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengaku pernah mencoba ganja saat debat calon perdana menteri menjelang pemilu.
"Ya, saya pernah, sudah lama sekali," kata Ardern disadur dari Antara News, Kamis (1/10/2020), menjawab pertanyaan moderator debat yang menanyakan apakah dia pernah mencoba ganja.
Namun Ardern menegaskan bahwa ia akan mengungkapkan keputusannya untuk mendukung legalitas ganja di negara bagian tersebut setelah pemilu pada 17 Oktober.
"Saya membuat keputusan yang jelas bahwa saya ingin publik Selandia Baru untuk memutuskan hal ini dan saya ingin hal ini tidak menjadi politis," ujar Jacinda Ardern.
Dikutip dari Independent, selama debat satu setengah jam tersebut, baik Ardern dan pemimpin oposisi Judith Collins membuat klaim tegas tentang perubahan iklim, kemiskinan anak, dan krisis perumahan.
Jacinda Ardern berjanji akan mengumumkan keadaan darurat iklim dan untuk memberantas kemiskinan anakjika terpilih kembali, sementara Collins, dari Partai Nasional konservatif, berjanji memastikan setiap sekolah di negara itu memiliki toilet ramah gender.
Debat tersebut merupakan yang kedua sebelum pemilu ketika warga Selandia Baru tidak hanya akan memilih pemimpin baru tetapi juga akan memberikan suara dalam referendum tentang eutanasia dan legalisasi ganja.
Baik Collins dan Ardern mendukung proposal eutanasia tetapi hanya Collins yang mengatakan dia akan memilih untuk menentang legalisasi ganja. Collins juga mengakui dia tidak pernah menggunakan obat tersebut.
Kedua calon perdana menteri juga berbicara tentang komitmen mereka untuk melanjutkan "strategi nol covid" Selandia Baru.
Baca Juga: 2 Negara Menunda Pemilu di Masa Pandemi Covid-19, 3 Lainnya Tetap Lanjut
Selandia Baru dielu-elukan sebagai salah satu negara paling sukses dalam penanganan pandemi Covid-19, dengan jumlah kematian hanya 25 dari populasi lima juta.
Jajak pendapat terbaru menunjukkan Partai Buruh Jacinda Ardern mendapatkan dukungan 48 persen, di bawah 59 persen yang disurvei pada pertengahan Mei, tetapi cukup bagi partai untuk tetap berkuasa dalam koalisi. Partai Nasional Konservatif berada di posisi 31 persen, turun satu persen.
Jacinda Ardern mendapat pujian internasional atas caranya menangani serangan masjid Christchurch awal tahun ini, di mana 51 Muslim terbunuh, dan penanganannya yang keras terhadap pandemi Covid-19.
Pakar kesehatan mengatakan Ardern telah melakukan penguncian yang ketat di banyak wilayah selama pandemi, dan yang terbaru di Aukland, yang secara signifikan berkontribusi pada rendahnya angka kematian di negara tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Polemik Akses Musala di Cluster, Pengembang Buka Suara Usai Diusir Komisi III DPR
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas
-
Mengurai Krisis Dokter Spesialis di Indonesia: Di Mana Letak Masalahnya?
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa
-
Anies Baswedan Soroti Dinasti Politik: Pemerintah Harusnya Bekerja untuk Rakyat, Bukan Keluarga!
-
Anies Baswedan Beri Restu: Ormas Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai, Apa Langkah Selanjutnya?
-
Terbongkar! Hutan Kota Cawang Jadi Sarang Aktivitas Asusila, Pemkot Gerebek dan Segel Lokasi
-
Tolak Ambang Batas Parlemen, Partai Gerakan Rakyat Usul PT 0 Persen: Jangan Ada Suara Mubazir!