Suara.com - Sandiaga Uno sedang disiapkan Partai Gerindra untuk menjadi tim sukses pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Solo: Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa.
Duet Gibran dan Teguh diusung koalisi PDIP, Partai Golkar, PKB, PPP, PAN, Partai Gerindra, PKB, Partai Nasional Demokrat, dan PSI. Koalisi gendut akan menghadapi pasangan calon dari jalur perseorangan, Bagyo Wahyono dan FX Supardjo.
Kabar Sandiaga disiapkan Partai Gerindra untuk menjadi juru kampanye anak Presiden Joko Widodo disambut positif sejumlah kalangan, di antaranya politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean.
"Selamat Bang Sandi, semoga Solo ke depan bisa bebas dari kaum intoleransi," kata Ferdinand yang dikutip Suara.com dari media sosialnya.
Selain Sandiaga, pasangan Gibran-Teguh juga akan mendapat dukungan dari Edo Kondologit, Nico Siahaan, dan Krisdayanti.
Ketua DPC Partai Gerindra Solo Ardianto Kuswinarno mengonfirmasi kabar tersebut.
“Untuk beliau (Sandiaga Uno) mau jadi jurkam itu kemungkinan besar iya. Karena nuwun sewu pak Ketum Partai Gerindra (Prabowo Subianto) dengan Pak Jokowi dekat. Jadi untuk bicara hal itu sudah pada level tingkat tinggi sana. Biasanya beliau langsung turun. Tapi memang sejauh ini belum ada koordinasi dengan DPC Partai Gerindra Solo,” ujar Ardianto.
Ardianto meyakini bila memang Sandiaga akan menjadi juru kampanye dari Gibran dan Teguh yang bersangkutan pasti datang ke Solo. Namun untuk konsep kampanyenya kemungkinan secara online atau daring untuk menghindari persebaran Covid-19.
“Kemungkinan Pak Sandiaga datang ke Solo walau setelah itu kampanyenya daring,” kata dia.
Baca Juga: Anak Jokowi Dibeda-bedakan dengan Ponakan Prabowo, Tengku Zul Bilang Begini
Sandiaga juga menjadi tim pemenangan mantu Presiden Joko Widodo, Bobby Nasution, yang maju ke pilkada Kota Medan berpasangan dengan Aulia Rachman (kader Gerindra).
Berita Terkait
-
5 Sindiran Politik Tajam Pandji Pragiwaksono dalam 'Mens Rea' yang Viral
-
Momen Gibran Kasih Perintah Gubernur Kalsel di Depan Warga: Tolong Aspirasi Mahasiswa Diselesaikan
-
Dianggap Hina Wapres Gibran, Pandji Pragiwaksono Aman dari Jerat Hukum? Ini Kata Mahfud MD
-
Tompi, Iko Uwais hingga Melaney Ricardo Kumpul di Istana Gibran, Cuma Bahas Bencana Sumatra?
-
Roy Suryo Siapkan Gibran Black Paper, Soroti Riwayat Pendidikan hingga Legalitas Ijazah Wapres
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu
-
Sinyal Keras KPK, Eks Menag Yaqut Secepatnya Ditahan di Kasus Korupsi Haji
-
Tanggapi Soal Pilkada Langsung dan Tidak Langsung, Menko Yusril: Keduanya Konstitusional
-
Pemprov DKI Jakarta Pertahankan Angka UMP 2026 di Rp5,7 Juta Meski Buruh Menolak