Suara.com - Pemerintah Nagari Pandai Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat menutup sementara jalur pendakian menuju Gunung Singgalang hingga waktu yang belum ditentukan.
"Penutupan jalur pendakian telah diberlakukan sejak awal Oktober bertujuan memutus penyebaran Covid-19 di Tanah Datar," kata Wali Nagari Pandai Sikek Harmen di Batusangkar, Sabtu (3/10/2020).
Ia mengatakan penutupan jalur pendakian dilakukan melalui Kelompok Sadar Wisata atau Pokdarwis sesuai dengan arahan pihak kepolisian dan Pemerintah Nagari setempat. Dalam pengumuman larangan tersebut berbunyi registrasi dan kegiatan pendakian Gunung Singgalang Nagari Pandai Sikek ditutup mulai 1 Oktober 2020 sampai batas waktu yang belum ditentukan.
Jika ada yang melakukan pendakian selama masa penutupan maka pihak pengelola akan memberikan sangsi sesuai aturan yang berlaku. Menurutnya selama ini jalur pendakian lewat Pandai Sikek salah satu jalur yang digunakan untuk pendakian Gunung Singgalang meski tidak seramai pendakian Gunung Marapi.
"Namun, sesuai instruksi yang kita terima makanya kita berlakukan penutupan sementara untuk pencegahan Covid-19," ujarnya.
Sementara data perkembangan Covid-19 di Kabupaten Tanah Datar pada Sabtu (3/10) bertambah 13 orang kasus positif baru, sehingga jumlah kasus terkonfirmasi menjadi 219 orang.
Terdiri dari 5 orang dirawat di RS. Achmad Muchtar Bukittinggi, 1 orang di RSUD Pariaman, 2 orang dirawat di RS Ibnu Sina Padang Panjang, 3 orang dirawat di RSUD Padang Panjang, 1 Orang di RS Bhayangkara Padang, 1 orang di RSUD Hanafiah Batusangkar.
Sebanyak 10 orang dikarantina di PPSDM Baso, 1 orang dikarantina di Diklat Padang Besi dan 34 orang isolasi mandiri, 154 sudah sudah sembuh dan meninggal dunia 7 orang. (Antara)
Baca Juga: Pemerintah Ubah Aturan Jaga Jarak dari 1 Meter Menjadi 2 Meter
Berita Terkait
-
Angkasa Pura Sumbar Mulai Stop Penerbangan Umrah Sementara
-
Tradisi Turun-Temurun Maniliak Bulan Iringi Awal Puasa Jamaah Syattariyah
-
Jembatan Darurat Penghubung Warga Terisolasi di Nagari Salareh Aia
-
Usai 28 Izin Dicabut, Greenpeace Tagih Transparansi Pemerintah Tertibkan Kawasan Hutan
-
Merajut Kembali Hidup Pascabanjir Bandang di Sumatra
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
DPR Ingatkan Pemerintah: Sengketa Lahan Tanah Abang Harus Tuntas Sebelum Bangun Rusun Subsidi
-
Beda Peran Laut Merah dan Selat Hormuz, Akan Ditutup Iran?
-
KPK Dalami Dugaan Pemerasan THR di Cilacap, 7 Pejabat Diperiksa sebagai Saksi
-
Update Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS: 3 Perwira dan 1 Bintara TNI Segera Disidang!
-
Dokumen Bocor, Iran Gunakan Satelit Mata-Mata China Untuk Perang Lawan Amerika Serikat
-
AS-Iran Mainkan 'Game of Chicken' di Selat Hormuz: Blokade Trump Terancam Jadi Boomerang
-
AS Memblokade Selat Hormuz tapi Malah Kehabisan Rudal, Kini Keteteran?
-
Iran Peringatkan Kapal Perang AS yang Blokade Selat Hormuz dalam Jangkauan Rudal
-
Zulhas Bongkar Penyebab Minyakita Langka, Ternyata Bukan Soal Stok
-
Bukan Rudal Iran! Warga Israel Kocar-kacir Diserang Hewan Kecil yang Diistimewakan Alquran