Suara.com - Seorang editor media online di Rusia nekat membakar dirinya sendiri hingga tewas, menyebut pemerintah sebagai pemicu dari langkah yang ia ambil.
Menyadur BBC, Minggu (4/10/2020), Irina Slavina yang merupakan situs berita online KozaPress, sengaja membakar diri di depan kantor kementerian dalam negeri di kota Nizhniy Novgorod.
"Saya meminta anda untuk menyalahkan Federasi Rusia atas kematian saya," tulis Slavina melalui akun Facebook pribadinya.
Dalam rekaman detik-detik Slavina membakar dirinya, disebutkan sang editor tengah berada di sebuah bangku di jalan Gorky, yang merupakan kawasan kantor kementerian dalam negeri.
Seorang pria terlihat berlari ke arah Slavina, berupaya untuk menyelamatkannya. Ia berulangkali mencoba memadamkan api menggunakan mantel.
Namun sang editor bersikeras mendorong si pria dan membiarkan si jago melalap tubuhnya, sebelum ia terjatuh ke tanah.
Aksi bunuh diri ini terjadi beberapa hari setelah Slavina mengatakan rumahnya disambangi polisi yang melakukan penggeledahan dan menyita sejumlah barang seperti laptop, telepon dan flash drive.
Editor ini menyebut 12 orang memaksa masuk dan berusaha untuk mencari materi yang terkait dengan kelompok pro-demikrasi Rusia Terbuka.
Komite Investigasi Rusia mengonfirmasi Slavina telah meninggal dunia, namun membantah aksinya ini sebagai buntut dari penggeledahan kediaman jurnalis itu.
Baca Juga: Cantiknya Ussuri Bay, Pantai Berbatu Kaca yang Dulunya Pembuangan Limbah
Slavina merupakan editor sekaligus pemimpin redaksi dari Koza Press, situs berita kecil yang memilliki semboyan "berita dan analitik", serta "tanpa sensor."
Situs tersebut belakangan telah ditutup pada Jumat (2/10), hari di mana kematiann Slavina dikonfirmasi.
Jurnalis ini merupakan satu di anatar tujuh orang di Nizhny Novgorod yang rumahnya digeledah pada Kamis (1/10), diduga kuat merupakan upaya penyelidikan Rusia Terbuka.
Tahun lalu, perempuan ini didenda dengan tuduhan tidak menghormati otoritas terkait salah satu artikel buatannya.
Pembantu dari pendiri dari Rusia Terbuka, Natalia Gryaznevich, mengatakan Slavina dianggap bersalah usai meliput ke sebuah forum "Rakyat Merdeka" pada 2019 lalu di Nizhny Novgorod.
Pihak berwenang menyebut acara yang Slavina liput digelar oleh organisasi yang dilarang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- Bukan Sekadar Estetika, Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang Dinilai Keliru Makna
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Antisipasi Banjir, Pramono Luncurkan Operasi Modifikasi Cuaca di Jakarta
-
Mengapa KPK Tak Lagi Tampilkan Tersangka Korupsi?
-
Polda Metro Gerebek Clandestine Lab Etomidate di Greenbay Pluit, WNA Tiongkok Jadi Peracik!
-
Roy Suryo Endus Manuver 'Balik Kanan' Eggi Sudjana soal Ijazah Jokowi, Ada Apa?
-
Pendukung Israel Minta AS Segera Caplok Greenland, RUU Aneksasi Sudah Disiapkan
-
Demokrat Bicara Soal Sikap SBY Terkait Pilkada Dipilih DPRD: Serahkan Ke AHY, Ikuti Langkah Prabowo
-
KPK Geledah Kantor DJP, Amankan Dokumen dan Uang 8.000 SGD
-
Dede Yusuf Jelaskan Makna 'Matahari Satu' SBY: Demokrat Satu Komando di Bawah AHY
-
Tragis! Tiga Warga Cilincing Tersengat Listrik di Tengah Banjir Jakarta Utara
-
IKN Nusantara: Narasi Kian Meredup Meski Pembangunan Terus Dikebut?