Suara.com - Pangdam XVIII/Kasuari Mayor Jenderal TNI I Nyoman Cantiasa meminta prajuritnya selalu mengikut isu global yang dapat membawa dampak buruk terhadap stabilitas keamanan Indonesia.
"Banyak isu global yang berdampak pada situasi kita di Indonesia, dampak keamanan hingga sosial ekonomi, termasuk dampaknya di Papua Barat," ucap Pangdam saat memberikan arahan pada HUT ke-75 TNI di Manokwari, Senin (5/10/2020).
Cantiasa menekankan sinergitas TNI dengan Polri, pemerintah daerah, masyarakat serta elemen lain sangat penting. Prajurit TNI dituntut dapat mengisi ruang kosong yang tidak bisa dilakukan lembaga lain.
Menurut dia perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok saat ini masih berlangsung. Kedua negara kini gencar melakukan latihan perang.
"Paling tidak dari sisi ekonomi, Indonesia akan mengalami dampaknya. Begitu pula, di Papua Barat. TNI harus ambil bagian untuk membantu pemerintah daerah mencegah resesi ekonomi, " kata Cantiasa.
Cantiasa juga mengemukakan saat ini kelompok teroris Abu Sayyaf masih terus merorong situasi keamanan negara Filipina. Tentara Filipina sekarang pun sedang bekerja keras memerangi kelompok teroris tersebut.
"Kelompok Abu Sayyaf ini tidak main-main. Mereka menjadi ancaman besar bagi kedaulatan negara Filipina. Dalam hal persenjataan, mereka sudah menggunakan alat-alat berat," katanya.
Papua Barat, kata Cantiasa, tidak terlalu jauh dari Filipina. Upaya pencegahan suatu keniscayaan agar kelompok tersebut tidak menyebar ke Papua Barat.
"Di Papua dan Papua Barat, isu politik, ideologi, agama, dan ekonomi pun masih terus terjadi. Puji Tuhan, dengan upaya preventif yang TNI lakukan bersama Polri, Papua dan Papua Barat masih terkendali," katanya.
Baca Juga: HUT TNI Ke-75, Jokowi: Selain Perang, Tentara Juga Sigap Tangani Pandemi
Prajurit TNI di Papua Barat, kata Cantiasa, untuk terus waspada dengan selalu memantau setiap perkembangan agar stabilitas keamanan terjaga dan aktivitas ekonomi masyarakat berjalan lancar.
"Ingat, apa yang terjadi di luar negeri sana bisa merembet ke Indonesia. TNI harus bersinergi dengan rakyat, dengan Polri, pemerintah daerah, serta seluruh elemen lainya," kata dia. [Antara]
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
Pilihan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
Terkini
-
Prabowo dan Megawati Bertemu 2 Jam di Istana Merdeka, Bahas Isu Strategis hingga Geopolitik
-
Dekat Vatikan, Gema Takbir Idul Fitri 2026 Dirayakan Umat Muslim bersama Warga Lokal
-
Bos Djarum Michael Bambang Hartono Wafat, Ini Jadwal Lengkap Pemakamannya di Rembang
-
Komnas HAM akan Panggil Panglima TNI, Usut Keterlibatan Anggota BAIS di Kasus Air Keras Andrie Yunus
-
Lebaran di Neraka Dunia: Ketika Kue Idul Fitri Jadi Simbol Perlawanan Hidup di Gaza
-
Prabowo Ungkap Alasan Strategis Indonesia Gabung 'Board of Peace' Demi Kemerdekaan Palestina
-
Petaka Bangunan Tua SD Inpres Oepula: Siswa Kelas 1 Meninggal Dunia Usai Tertimpa Reruntuhan
-
Prabowo Sebut Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Tindakan Terorisme: Harus Diusut Aktornya
-
Menag Nasaruddin Umar Imbau Umat Jaga Ketertiban Saat Lebaran, Tekankan Pentingnya Ukhuwah
-
Idulfitri Berbeda, Menag Minta Muhammadiyah Toleransi ke Warga yang Masih Puasa Besok