Suara.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan masih ada dua persen warga Indonesia yang belum melakukan perekaman kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).
Tito mengapresiasi kinerja Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) yang sudah mengumpulkan 92 persen data penduduk di tingkat nasional. Namun masih ada pekerjaan rumah lainnya yang harus diselesaikan.
"Masih ada sekitar dua persen yang belum masuk database. Sehingga kita upayakan untuk sesegera mungkin seluruh 100 persen WNI atau yang tinggal di Indonesia dapat teridentifikasi dalam satu database," kata Tito dalam sebuah acara yang disiarkan melalui YouTube, Selasa (6/10/2020).
"Sehingga penyusunan program, perencanaan termasuk dalam penegakan hukum, dan lain-lain dapat tertunjang," tambahnya.
Selain itu, Tito juga meminta Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Zudan Arif Fakhrulloh untuk menambah fitur yang berkaitan dengan penegakan hukum, semisal memegang data penduduk yang masuk ke dalam status daftar pencarian orang (DPO).
Hal itu berkaca dari kasus Djoko Tjandra yang bisa membuat KTP-el di Kelurahan Grogol, Jalarta Selatan hanya dengan waktu 30 menit. Padahal Djoko saat itu masih dinyatakan buronan kakap kasus korupsi.
"Sehingga ketika terjadi perpanjangan atau pembaruan KTP, ini bisa diketahui, dialert, diwarning, sistemnya me-warning. Ini yang masih dikembangkan oleh pak Dirjen Dukcapil," ungkapnya.
Berita Terkait
-
Mendagri Tito Minta Masalah e-KTP Beres Sebelum Nyoblos: Jangan Ada Keluhan
-
Hakim Tolak Praperadilan Irjen Napoleon, Begini Reaksi Mabes Polri
-
Ingatkan Disdukcapil, Mendagri Tito: Jaga Data Pribadi Warga dari Kebocoran
-
Akui Banyak Pelanggaran Sistem e-KTP, Tito Mau Perbaiki Moral Anak Buahnya
-
Usai Gugatan Ditolak Hakim, Pengacara: Pak Napoleon Setia pada Polri
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan
-
22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing
-
Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut
-
Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut