Suara.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menginginkan agar seluruh pemilih yang memiliki hak suara dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 sebisa mungkin telah mengantongi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Apalagi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menggelontorkan anggaran untuk pengadaan blanko pada 2020.
Dari data yang diberikan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) perekaman KTP sudah mencapai 98 persen di tingkat nasional.
Data tersebut bakal digunakan oleh penyelenggara pemilu untuk menentukan para warga yang masuk kepada daftar pemilih.
Tito meminta Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Zudan Arif Fakhrulloh untuk menggenjot pembuatan e-KTP untuk para pemilih.
"Untuk itu pak Dukcapil dan seluruh kepala dinas ini betul-betul menggenjot maksimal sebelum hari pemungutan suara, setiap pemimpin sudah memiliki e-KTP, memiliiki KTP-nya," kata Tito saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Nasional Kependudukan dan Pencatatan Sipil Tahun 2020 yang disiarkan melalui YouTube, Selasa (6/10/2020).
Apalagi Tito mengungkapkan Kemenkeu telah menggelontorkan anggaran untuk pemenuhan penyediaan blanko di 2020. Sehingga menurutnya tidak perlu lagi ada masalah kekurangan blanko.
Meski demikian, mantan Kapolri tersebut memaklumi adanya penggunakan surat keterangan (suket) sebagai pengganti KTP-e oleh pemilih yang baru menginjak usia 17 tahun. Namun di luar itu, Tito tetap meminta agar penggunaan suket harus diminimalisir pada saat hari pencoblosan suara.
Selain itu, Tito juga meminta pemerintah daerah untuk serius merekap kebutuhan blanko di wilayahnya. Supaya permintaan blanko e-KTP bisa dipenuhi sesuai dengan kapasitas anggaran yang sudah tersedia.
"Jangan sampai banyak sekali keluhan dari daerah-daerah KPUD dan lain-lain. Pemilihnya banyak sekali yang menggunakan surat keterangan," ujarnya.
Baca Juga: Akui Banyak Pelanggaran Sistem e-KTP, Tito Mau Perbaiki Moral Anak Buahnya
"Saya minta menjadi perhatian betul ini menyangkut sistem demokrasi kita, jangan sampai nanti mereka yang memiliki hak pilih kehilangan hak pilih karena tidak memiliki identitas diri."
Berita Terkait
-
Mualem Minta Daging ke Tito dan Purbaya untuk Warga Aceh: Impor Boleh Pak
-
Mendagri Tito Sebut Bakal Ada 806 SPPG Baru: Lahannya Sudah Siap
-
Viral! Wali Kota Jakarta Pusat Hampir Kena Tipu Modus Pemindahan KTP Elektronik ke KTP Digital
-
Tito Karnavian: Satpol PP Harus Humanis, Bukan Jadi Sumber Ketakutan
-
Tetap Berstatus Kader, Golkar Senang Setnov Bebas: Secara Prosedur Semuanya Memenuhi Syarat
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Bandara Husein Sastranegara Diaktifkan Lagi, Pelaku Wisata Lembang Yakin Turis Asing Bakal Membludak
-
Pemkot Depok Usul Lima Rute Baru Transjabodetabek
-
DPR MInta Usut Tuntas Dugaan Penyekapan Perempuan oleh Oknum Polisi di Jawa Tengah
-
Penyusunan Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal Jateng Perlu Dipercepat
-
Pengungsi WNA di Setiabudi, Pramono Anung Akan Tertibkan Fasilitas Publik yang Disalahgunakan
-
KPK Dalami Keterangan Bupati Kuansing soal Dugaan Amplop untuk Menhut Raja Juli
-
3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
-
KPK Sita Uang Rp1,22 Miliar Valas hingga 55 Kg Logam Diduga Platinum
-
Hadiri Pelantikan Srikandi Jaga Desa, Hashim Djojohadikusumo Tekankan Pentingnya Peran Perempuan
-
Kenakan Rompi Oranye KPK, Bupati Langkat Syah Afandin Bantah Sudah Tahu Ada OTT