Suara.com - Kamala Devi Harris atau dikenal Kamala Harris merupakan seorang pengacara dan politikus asal Amerika Serikat yang kini menjabat sebagai senator Amerika Serikat. Inilah profil Kamala Harris selengkapnya.
Nama Kamala Harris semakin dikenal setelah menjadi calon wakil presiden Amerika Serikat (AS) dan berhadapan dengan Mike Pence. Keduanya memperebutkan kursi wakil presiden dalam Pemilu AS 2020. Berikut profil Kamala Harris selengkapnya.
Latar Belakang
Kamala Devi Harris lahir di Oakland, California pada tanggal 20 Oktober 1964. Nama Kamala merupakan pemberian oleh ibunya yang memiliki arti “Teratai” sebagai bagian dari budaya India. Kamala juga berarti nama lain untuk dewi Hindu Lakshmi dan pemberdayaan perempuan.
Ia merupakan anak sulung dari dua bersaudara. Ibu Kamala Harris bernama Shymala Gopalan yang merupakan seorang peneliti kanker yang sekaligus merupakan aktivis hak-hak sipil dari India. Sementara, ayahnya bernama Donald Harris yang merupakan pengajar di Universitas Stanford dan juga ekonom dari Jamaika.
Kamala Harris memiliki adik yang bernama Maya yang merupakan seorang advokat kebijakan publik.
Riwayat Pendidikan Kamala Harris
Harris pernah mengenyam pendidikan sarjana Ilmu Politik dan Ekonomi pada tahun 1986 di Howard University, Washington D.C. dan aktif menjadi anggota perkumpulan mahasiswa kulit hitam yang terkemuka yang bernama Alpha Kappa Alpha. Ia juga pernah mengeyam pendidikan di University of California pada tahun 1989 dan memperoleh gelar sarjana hukum.
Baca Juga: Debat Cawapres AS: Minim Interupsi, Saling Perdebatkan Covid-19
Karier Kamala Harris secara profesional di dunia hukum tak boleh dianggap remeh. Pada tahun 1990 hingga 1998, Kamala Harris telah bekerja sebagai seorang wakil jaksa wilayah di Oakland, California. Ia mendapatkan reputasi tinggi setelah sering menuntut kasus kekerasan geng, pelecehan seksual dan pedagangan narkoba.
Tahun 2004, Kamala Harris menjadi jaksa wilayah dan pada 2011 hingga 2017 ia terpilih menjadi seorang Jaksa Agung California ke-32 yang merupakan orang Afrika-Amerika pertama yang memegang jabatan tersebut.
Kamala Harris merupakan seorang pengacara dan politikus Amerika Serikat yang menjabat sebagai Senator Amerika sejak tahun 2017 dari Partai Demokrat.
Ia juga sempat menjadi jaksa distrik San Francisco. Pada 11 Agustus 2020, Joe Biden memilih Harris sebagai calon Wakil Presiden Amerika Serikat untuk bersaing dengan petahana Presiden Donald Trump dari Partai Republik dan Wakilnya Mike Pence.
Demikian profil Kamala Harris yang dirangkum Suara.com dari berbagai sumber.
Kontributor : Muhammad Zuhdi Hidayat
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana
-
Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!
-
Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global
-
Survei Poltracking: Kepercayaan Publik pada Prabowo-Gibran Tembus 75,1 Persen
-
Golkar Bukan Milik Satu Keluarga! Bahlil Ingatkan Kader Tak Saling Singkirkan karena Beda Pilihan
-
MKD DPR Panggil Aboe Bakar Besok Soal Isu Ulama Madura di Pusaran Narkoba
-
Kemhan Luruskan Kabar 'Akses Udara Tanpa Izin' Militer AS: Itu Masih Pembahasan, Jangan Terprovokasi
-
Mendagri Tegaskan Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat
-
Mendagri Pastikan Pengawasan Diperketat, Pemanfaatan Dana Otsus Lebih Optimal
-
Diplomasi 'Sahabat' di Kremlin: Putin Puji Prabowo, Indonesia Tancap Gas Perkuat Ekonomi dan Energi