Suara.com - Prancis sedang dilanda aksi teror dengan dua insiden penyerangan terjadi hanya dalam kurun waktu tiga minggu dan terjadi di hari yang sama yakni Jumat.
Serangkaian insiden tersebut terjadi ketika majalah satir Charlie Hebdo menerbitkan kembali karikatur Nabi Muhammad dan bertepatan dengan Presiden Emmanuel Macron merancang undang-undang untuk mengatasi kelompok radikal Islam.
Seorang guru sejarah dilaporkan dipenggal oleh seorang pria setelah membahas karikatur Nabi Muhammad kepada siswanya, pada Jumat (16/10/2020), disadur dari Associated Press.
Pembunuhan mengerikan tersebut terjadi di depan sekolah tempat korban bekerja di kota Conflans-Sainte-Honorine sekitar pukul 17.00 waktu setempat.
Pelaku langsung ditembak mati oleh polisi 600 meter dari tempat kejadian karena tidak mau meletakkan senjatanya dan bertindak mengancam.
Seorang saksi mendengar teriakan Allahu Akbar ketika tersangka melakukan aksi kejinya, menurut laporan Reuters.
Sang guru tersebut menerima ancaman setelah membuka diskusi yang membahas karikatur Nabi Muhammad sekitar 10 hari yang lalu, kata petugas polisi kepada Associated Press.
Dalam sebuah video yang diposting baru-baru ini di media sosial, seorang pria yang menyebutnya dirinya sebagai seorang ayah di sekolah tersebut mengatakan bahwa guru yang dibunuh tersebut menunjukkan sebuah gambar dan mengatakan kepada siswa bahwa itu adalah "nabi umat Islam."
Sebelum memperlihatkan gambar tersebut, guru meminta siswa dengan agama muslim untuk meninggalkan ruangan karena berencana memperlihatkan sesuatu yang mengejutkan, menurut pengakuan salah satu orang tua di sekolah tersebut.
Baca Juga: Selidiki Penanganan Pandemi, Polisi Grebek Rumah Sejumlah Pejabat Prancis
"Apa pesan yang ingin dia sampaikan kepada anak-anak ini? ... Mengapa seorang guru sejarah berperilaku seperti ini di depan anak usia 13 tahun?" pria itu bertanya. Dia meminta orang tua lain yang marah untuk menghubunginya, dan menyampaikan pesan tersebut.
Sama-sama di hari Jumat, pada tanggal 25 September terjadi insiden penusukan yang mengakibatkan dua orang terluka.
Insiden tersebut terjadi di Rue Nicolas Appert, lokasi peringatan para jurnalis dan kartunis Charlie Hebdo yang terbunuh, menurut laporan media Local.
Menyadur New York Post, para korban adalah seorang pria dan wanita yang bekerja di Premières Lignes, sebuah perusahaan dokumenter TV yang berbasis di gedung yang sama dengan bekas kantor majalah tersebut.
Menurut Pauel Moreira, pendiri Premières Lignes, mengatakan kepada BFM TV bahwa pelaku melarikan diri ke stasiun kereta bawah tanah.
Moreira mengatakan seorang pria "menyerang dua orang yang berada di depan gedung, tidak memasuki gedung, dan yang menyerang mereka dengan kapak lalu pergi." Dia mengatakan perusahaan belum menerima ancaman apa pun.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
Terkini
-
Kapolda Aceh ke Anggota: Jadilah Lilin, Walau Hancur Tetap Menerangi Sekitar
-
Dapat Restu Prabowo, Gedung Bekas Kedubes Inggris di Bundaran HI Disiapkan Jadi Pusat Lembaga Umat
-
Sentil Upaya Pembungkaman, Hasto: Jangan Takut Suarakan Kebenaran Demi Kemanusiaan
-
PAN Beri Sinyal Dukung Prabowo Dua Periode, Zulhas: Realisasikan Program 5 Tahun Nggak Cukup
-
KPAI Ingatkan Bahaya Grooming Berkedok Konten, Desak RUU Pengasuhan Anak Segera Disahkan!
-
Wabup Klaten Benny Wafat di Usia 33 Tahun, Sudaryono: Kepergiannya Kehilangan Besar Bagi Gerindra
-
Wamendagri Wiyagus Tekankan Sinergi Daerah Sukseskan MBG dan Kopdeskel Merah Putih
-
Program Makan Bergizi Tetap Jalan Selama Ramadan, BGN Siapkan Empat Skema Pelayanan Ini!
-
16 Sekolah Unggulan Garuda Dibuka, Salah Satunya di Sultra
-
Optimalkan Rp500 Triliun, Prabowo Segera Resmikan Lembaga Pengelolaan Dana Umat