Suara.com - Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo mengaku tak masalah jika dirinya disebut sebagai kadrun.
Sebutan ini ramai dituduhkan terhadapnya usai tampil saat mendampingi Presiden Joko Widodo saat menemui massa Aksi 212 pada tahun 2016 lalu.
Kepada Karni Ilyas, Gatot menceritakan alasan dirinya waktu itu mengenakan peci putih saat mendampingi presiden.
"Bagi saya, saya memegang teguh doktrin yang selalu saya terima yaitu asas tujuan. Apabila asas tujuan tercapai, risiko semuanya itu kalau cuma ke saya sendiri, saya mau dibilang apa," kata Gatot dilansir dari kanal YouTube Karni Ilyas Club, Sabtu (12/10/2020).
Ia mengaku banyak sebutan yang menempel padanya saat itu dari kedua belah pihak. Termasuk dari kalangan massa 212 itu sendiri.
"Di 212 pun saya juga dibilangnya orangnya pemerintah. Jadi saya 'tidak disukai keduanya' itu risiko lah," jelas dia.
Pun demikian dengan sebutan kadrun yang disematkan orang-orang kepadanya. Gatot mengaku tak mempermasalahkan sebutan tersebut.
"Biasa saja begitu, seperti mau dibilang apa atau apa. Pada saat usia sekarang ini, mau dibilang kadrun, ya Allah tahulah apa yang saya lakukan, itu saja kunci saya. Makanya saya santai-santai saja," ujar Gatot.
Istilah kadrun yang merupakan singkatan dari kadal gurun sohor usai pemilihan kepala daerah Jakarta tahun 2012 hingga pemilu presiden 2019. Istilah ini mengorbit setelah ramai kampret dan cebong -- sebutan untuk kelompok pro dan oposisi.
Baca Juga: Cek Fakta: Benarkah Gatot Nurmantyo Kabur ke Luar Negeri?
Gatot Nurmantyo adalah seorang Jenderal TNI yang resmi menjabat sejak 8 Juli 2015. Ia menggantikan jenderal sebelumnya yang dipegang oleh Moeldoko.
Sebelum menjadi Jenderal TNI, Gatot Nurmantyo adalah seorang Kepala Staf TNI Angkatan Darat ke-30 di masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Pada tanggal 31 Maret 2018, Gatot Nurmantyo memutuskan untuk pensiun dari dunia militer dan membuka kesempatan dirinya untuk bergabung dan turut terjun di dunia politik Indonesia.
Kekinian, Gatot Nurmantyo bergabung dalam Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia atau disingkat KAMI. Ia mendapat jabatan sebagai Presidium KAMI.
Mantan Jenderal TNI ini juga hadir dalam Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang digelar di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat pada Selasa, (18/8/2020). Gatot datang bersama beberapa tokoh lainnya, seperti Rocky Gerung, Din Syamsuddin dan Said Didu.
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Benarkah Gatot Nurmantyo Kabur ke Luar Negeri?
-
Gatot Nurmantyo Batal Datang, Deklarasi KAMI Riau Tetap Lanjut
-
Gatot Nurmantyo Batal Hadiri Deklarasi KAMI di Riau, Alasannya Ini
-
Tiga Petinggi KAMI Jadi Tersangka, Teddy PKPI: Gatot Pasti Lepas Tangan
-
Gatot Nurmantyo Sebut Omnibus Law Mulia dan 4 Berita Terpopuler SuaraJogja
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara
-
Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang
-
Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka
-
Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?
-
Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah
-
Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap
-
Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma
-
Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja
-
Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis
-
Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua