Suara.com - Mahasiswa, buruh, petani, aktivis HAM, mahasiswa, dan elemen lain menilai masa kepemimpinan Presiden Jokowi - Wakil Presiden Ma'ruf Amin yang genap setahun, Selasa (20/10/2020), mengalami kegagalan dalam memerintah.
Satu dari sekian banyak contoh kegagalan berpihak pada rakyat itu, menurut mereka, adalah disahkannya Undang-Undang Cipta Kerja.
Menurut mereka, UU Cipta Kerja justru menggerus hak-hak demokratis masyrakat. Hal itulah yang dalam tiga pekan terakhir menjadi isu utama demonstrasi massa.
Menanggapi hal tersebut, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Donny Gahral Adian menilai sah-sah saja berunjuk rasa.
Namun, Donny mempertanyakan letak kegagalan Jokowi dalam memimpin Indonesia.
"Saya kira demonstrasi sah-sah saja, tapi tidak mengatakan asal gagal. Pertama, kalau ada kegagalan, di mana letak kegagalannya. Artinya tidak hanya kemudian mengatakan kegagalan, tunjukkan di mana," ujar Donny saat dihubungi Suara.com.
Donny menuturkan, pada tahun 2020, semua negara termasuk Indonesia menghadapi pandemi covid-19.
Karena itu, kata Donny, target-target yang dibuat pemerintah tidak mudah selesai lantaran fokus menangani pandemi covid-19.
"Ingat bahwa tahun ini tahun Pandemi, tentu saja target-target yang tadinya ditetapkan, ya tidak mudah karena berfokus juga menghadapi pandemi selain menjalankan program-program prioritas yang selama ini sudah ditetapkan," tutur Donny.
Baca Juga: Terima Kunjungan PM Jepang, Ini Poin Pembicaraan Jokowi Soal Pandemi
Kemudian Donny juga meminta pihak-pihak yang menganggap Jokowi gagal untuk menghitung variabel pandemi covid-19.
Pasalnya, kata Donny, meski pertumbuhan ekonomi minus 5,3 persen, kondisi perekonomian Indonesia dalam relatif baik dibanding negara-negara lain.
"Harus juga menghitung variabel pandemi covid 19 karena itu semua negara juga kesulitan untuk memenuhi target targetnya. Kita sudah cukup lumayan karena pertumbuhan ekonomi kita minus 5,32 persen di kuartal kedua itu relatif lebih baik daripada negara-negara lain, ada yang sampai minus 25 persen, minus 30 persen kita masih lebih baik," katanya.
Donnya juga mempersilakan siapa pun yang menilai UU Cipta Kerja merugikan rakyat, untuk mengajukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi.
"Membatalkan (UU Cipta Kerja) itu hanya bisa melalui MK, tidak bisa melalui jalan lain. Silakan mengajukan judicial review ke MK. Kalaupun hakim MK membatalkan, pemerintah akan menerima dengan lapang dada," katanya.
Sebelumnya, massa aksi yang berasal dari mahasiswa memberikan hadiah piagam kegagalan Jokowi sebagai presiden.
Berita Terkait
-
Terima Kunjungan PM Jepang, Ini Poin Pembicaraan Jokowi Soal Pandemi
-
Kapolda: Demo Umumnya Kondusif Walaupun Ada Sedikit Lempar-lemparan
-
BEM Se-Kalsel Kasih 'Kartu Merah' untuk Setahun Pemerintahan Jokowi-Maruf
-
Ekonom: Pak Jokowi, Jangan Dengar Bank Dunia Tapi Dengarkan Rintihan Rakyat
-
Selain Jokowi, Nama Tokoh RI Ini Telah Jadi Nama Jalan di 3 Negara Muslim
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Cerita Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi: Terpental hingga Pingsan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
Terkini
-
Prabowo Jenguk Korban Tabrakan KA di RSUD Bekasi, Sampaikan Belasungkawa
-
Melania Trump Disebut Janda, Donald Trump Ngamuk: Itu Omongan yang Beracun!
-
KAI: 14 Orang Meninggal Dunia Akibat Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur
-
Dasco Pastikan Korban Argo Bromo Vs KRL Dirawat Maksimal, Ini Daftar Nama yang Meninggal dan Luka
-
MTI Desak Reformasi Total Keselamatan Kereta Usai Tragedi Bekasi Timur
-
Singapura soal Selat Hormuz: Melintas Itu Hak, Bukan Hak Istimewa karena Membayar!
-
Teror Bom Tewaskan 20 Orang, Kolombia Buka Sayembara Rp23 Miliar untuk Cari Sosok Ini
-
Gibran Tekankan Keamanan Pangan MBG: Sisa Makanan Dilarang Masuk Dapur
-
Turis Jerman Tewas Dipatok Ular Kobra saat Pertunjukan Satwa Liar di Hotel Mewah Mesir
-
10 Kecelakaan Kereta Api Paling Mematikan di Dunia, Terbaru Tabrakan KA vs KRL di Bekasi Timur