Suara.com - Sebanyak 11 nelayan asing yang baru mendarat di Selandia Baru dari dari Rusia dan Ukraina dinyatakan positif Covid-19.
Menyadur ABC News, Kementerian Kesehatan Selandia Baru mengkonfirmasi pada hari Selasa (20/10) bahwa 11 orang nelayan asing dinyatakan positif Covid-19 dan 14 kemungkinan infeksi lainnya sedang diselidiki.
Para kru telah dikarantina di sebuah hotel di Christchurch sejak mereka tiba, dan dinyatakan positif selama pengujian rutin, kata para pejabat.
Selandia Baru menjadi salah satu negara dengan pertahanan terhadap Covid-19 yang cukup tangguh dan menjadi perhatian dunia.
Namun dengan adanya hasil positif tersebut, menjadi pukulan bagi upaya Selandia Baru untuk memulai kembali industri penangkapan ikannya.
Jeremy Helson, kepala eksekutif Seafood New Zealand, mengatakan semua nelayan asing tersebut dinyatakan negatif sebelum menuju ke Selandia Baru.
"Sementara kami menunggu untuk melihat berapa banyak kasus yang ada, fakta bahwa mereka semua terdeteksi di karantina menunjukkan sistem bekerja dengan baik," kata Helson.
Asal anggota awak yang terinfeksi belum jelas. Namun sejumlah awak penangkap ikan telah tiba di Selandia Baru dalam beberapa hari terakhir dari Rusia dan Ukraina.
Kementerian Kesehatan mengonfirmasi kasus importerdeteksi selama hari ketiga pengujian para nelayan di hotel Christchurch.
Baca Juga: Untuk Pertama Kali, Ratusan Wisatawan di Sydney Tidak Diwajibkan Karantina
"Kasus positif adalah bagian dari kelompok yang merupakan satu-satunya orang yang tinggal di fasilitas ini," kata Kementerian Kesehatan.
Deteksi itu adalah contoh pengendalian virus korona yang bekerja dengan baik, katanya.
"Semua tindakan kesehatan masyarakat yang relevan sedang diambil. Di fasilitas, proses infeksi, pencegahan dan pengendalian yang ketat diikuti untuk meminimalkan risiko bagi publik dan staf." jelas kementerian,
Pihak berwenang Selandia Baru diperkirakan akan mengungkapkan lebih banyak informasi tentang kasus-kasus tersebut pada Rabu.
Les Morgan, kepala operasional Hotel Sudima yang terletak di sekitar bandara Christchurch, mengatakan fasilitasnya ditutup setelah seorang anggota staf mengatakan ada sejumlah infeksi.
"Ada sejumlah potensi kasus Covid-19 terbatas pada tamu hotel yang diisolasi, tetapi semuanya mengunjungi nelayan," kata Les Morgan dikutip dari Anadolu Agency.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Rumah Ludes Dalam Sekejap, 620 Warga Korban Kebakaran Kebon Kosong Mengungsi
-
Kebakaran Kebon Kosong Kemayoran: 250 Rumah Hangus, Ratusan Warga Kini Mengungsi di Tenda Darurat
-
Trump Umumkan Perdamaian, Netanyahu Justru Ancam Serang Lebanon Lebih Kejam
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Teddy ke Dino Patti Djalal: Jangan Kaburkan Fakta Hasil Lawatan Prabowo
-
Teddy: Lawatan Luar Negeri Prabowo untuk Bangun Kedekatan dengan Pemimpin Dunia
-
Kebakaran Melanda Permukiman Padat di Kemayoran, 33 Mobil Damkar Dikerahkan
-
Dihadiri Wamen Ekraf, Borobudur Peace & Prosperity Festival Gaungkan Persatuan Lintas Budaya
-
DPRD DKI Minta Ragunan Evaluasi Total Sistem Keamanan Usai Anak Jatuh ke Kandang Gajah
-
Bukan Sekadar Seremonial, Seskab Teddy Beberkan 7 Prestasi Diplomasi Prabowo: Investasi Rp 2.430 T