Suara.com - Pemerintah Arab Saudi mengumumkan bahwa Pangeran Nawaf bin Saad bin Saud bin Abdulaziz Al-Saud meninggal dunia, sebagaimana dilaporkan kantor berita negara SPA.
Menyadur Arab News, Rabu (21/10/2020), prosesi dan doa pemakaman pangeran Arab Saudi itu telah dilangsungkan pada Selasa di ibu kota Kerajaan, Riyadh.
Pemimpin negara-negara tetangga memberi ucapan belangsungkawa. Salah satunya adalah Raja Yordania Abdullah.
Dia menyampaikan belasungkawa kepada Raja Arab Saudi Salman, keluarga kerajaan dan rakyat Arab Saudi, kantor berita negara Petra melaporkan.
Al Khaleej Today melaporkan bahwa Pangeran Nawaf adalah putra mendiang Pangeran Saad bin Saud bin Abdulaziz. Ia lahir pada 1931 di Riyadh.
Ibu pangeran Nawaf adalah Putri Noura binti Faisal Al Saud. Dia memiliki dua saudara laki-laki.
Selama hidup, pangeran Nawaf memiliki istri bernama Putri Abeer binti Sultan Al-Rashid. Dari pernikahannya, dia memiliki dua orang anak.
Belum ada informasi resmi terkait penyebab kematian dari pangeran Nawaf. Situs Saudi24 hanya menuliskan bahwa Nawaf meninggak karena penyakit.
Sebelum Pangeran Nawaf bin Saad bin Saud bin Abdulaziz Al-Saud, Arab Saudi juga sempat mengumumkan berita duka pada 2 Juni lalu.
Baca Juga: Ini Penyesalan Terbesar Momo Eks Geisha Hingga Bikin Trauma
Saat itu, kabar duka datang atas kematian Pangeran Saud bin Abdullah bin Faisal bin Abdulaziz Al Saud.
Sedangkan pada 7 Juli atau sebulan berselang, kerajaan kembali dirundung duka. Pangeran Khalid bin Saud bin Abdul Aziz dikabarkan meninggal dunia.
Kantor berita Saudi, SPA melaporkan bahwa sang pangeran meninggal saat berada di luar negeri.
Kematian Pangeran Nawaf jadi kabar terbaru dari serangkaian kematian anggota keluarga kerajaan Arab Saudi. Kematin dua pangeran lainnya juga tidak diketahui penyebabnya.
The New York Post dikutip dari CNN, pada April lalu melaporkan sebanyak 150 anggota Kerajaan Arab Saudi dinyatakan positif terinfeksi virus corona.
Saat itu Raja Salman yang berusia 84 tahun diisolasi di sebuah tempat di dekat Kota Jeddah.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Benarkan Presiden Joko Widodo Jadi Nama Jalan di Arab Saudi?
-
Rawat Intensif 60 Hari, Pria Ini Meninggal Dunia akibat Long Covid-19
-
Babak Baru Setelah Pembunuhan Jurnalis Jamal Khashoggi
-
ISIS Serukan Pengikutnya Serbu Arab Saudi
-
Sebulan Dirawat, Korban Pembakaran di Nanggulan Meninggal Dunia di RS
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama
-
Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian
-
'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran
-
Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI
-
Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'
-
Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?
-
Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu
-
KPK Selidiki Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Bea Cukai, Pendiri IAW Diperiksa
-
Mengapa Pertamax Naik? Teddy Indra Wijaya Ungkap 3 Alasannya
-
Triana ke Mahasiswa: Jangan Lupakan Reformasi Agraria, Tanpa Itu Indonesia Tak Akan Berubah