Suara.com - Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo, mengklaim pandemi Covid-19 di Indonesia sudah terkendali, acuannya persentase kasus aktif dan kesembuhan berada di atas angka rata-rata dunia.
Doni memaparkan per 20 September-20 Oktober terjadi penurunan sebesar 6,70 persen dari bulan sebelumnya, menurutnya ini hal yang luar biasa.
"Kasus aktif pada periode 20 September - 20 Oktober sekarang itu mengalami penurunan yang luar biasa, sekitar 6,79 persen penurunan kasus aktif, sementara di tingkat global kasus aktifnya bukannya malah menurun tapi meningkat," kata Doni dalam konferensi pers dari Gedung BNPB, Jakarta, Rabu (21/10/2020).
Lalu acuan kedua untuk mengklaim pandemi sudah terkendali adalah angka kesembuhan juga dianggap sudah naik signifikan.
"Angka kesembuhan dari posisi tanggal 20 September berada pada angka 72,5 persen, lalu tanggal 20 Oktober pada angka 79,63 persen, jadi ada peningkatan 7 persen lebih yang sembuh," ucapnya.
Doni mengapresiasi para dokter dan tenaga medis yang berhasil meningkatkan angka kesembuhan ini dan kasus aktif sehingga pandemi bisa terkendali.
Dia berharap kondisi ini tetap terjaga, masyarakat diminta tetap mematuhi protokol kesehatan 3M 3M; Memakai masker, Menjaga jarak, dan Mencuci tangan, serta diam di rumah saat ibur panjang peringatan hari besar Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 28 Oktober - 1 November 2020.
"Oleh karenanya cuti kali ini jangan sampai menimbulkan masalah baru, bapak presiden wanti-wanti benar, mengingatkan beliau sangat khawatir apabila libur panjang ini tidak disiapkan dengan baik maka kasus penambahan positif covid itu kemungkinan besar pasti akan meningkat," imbuh Doni.
Kasus Covid-19 di Indonesia, hingga pekan ini, tercapat sudah berjumlah 373.109. Dari jumlah ini, 62.743 di antaranya dirawat, 297.509 sembuh, dan 12.857 jiwa meninggal dunia. 9A
Baca Juga: Ketua Satgas Covid-19 Minta Warga Tetap di Rumah Saat Libur Panjang
Berita Terkait
-
Panglima TNI Kunjungi PPAD, Pererat Silaturahmi dan Apresiasi Peran Purnawirawan
-
Kau Pergi, Tapi Tak Pernah Hilang: Doa dan Cinta untuk Doni Monardo
-
CATATAN Egy Massadiah: Ketika Jenderal Maruli Membangunkan Sang Komandan
-
Santi Ariviani Istri Doni Monardo Bukan Orang Biasa, Anak Pensiunan TNI Sekaligus Mantan Bupati
-
Mengenal Reizalka Dwika Monardo, Putra Doni Monardo yang Lolos Akmil Tanpa Embel-embel Nama Sang Ayah
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Rapat Internal Tertunda, Komisi II DPR Ungkap Ternyata RUU Pemilu Belum Ada Naskah Akademik
-
KPK: Partai Politik Rentan Korupsi, Belum Ada Sistem Keuangan dan Kaderisasi Terintegrasi
-
UHC Pemda Palangka Raya Komitmen Bantu Terapi Tumbuh Kembang Anak: Terjamin JKN
-
Nutri-Level di Kemasan Makanan: Apa Saja yang Perlu Diketahui Sebelum Memilih?
-
Ray Rangkuti: Prabowo Subianto Berpotensi Jadi Presiden dengan Aktivis Paling Banyak Dipolisikan
-
Israel Tembak Mobil Pengangkut Air di Gaza, Kakak Beradik Tewas Mengenaskan
-
Pramono Klaim Jakarta Makin Digdaya: Ekonomi Melesat, Kemiskinan Turun, dan Belanja APBD Cetak Rekor
-
Operasi Serentak, Pemprov DKI Angkut 68 Ribu Ikan Sapu-Sapu dari Perairan Jakarta
-
Ancaman El Nino di Depan Mata, Pramono Siapkan Jurus Jaga Stok Beras hingga Daging
-
Feri Amsari Dilaporkan ke Polisi Usai Sebut Pemerintah Berbohong soal Swasembada Pangan